Harga Tembakau Bojonegoro Tinggi, DPRD Ingatkan Tengkulak Tak Mainkan Harga

SuaraBojonegoro.com – Harga tembakau rajang kering di tingkat petani di Kabupaten Bojonegoro saat ini mencapai Rp48 ribu per kilogram. Tingginya harga tersebut diharapkan dapat bertahan bahkan meningkat seiring kualitas tembakau yang dinilai cukup baik.

 

Namun, di tengah momentum panen raya tembakau tersebut, DPRD Kabupaten Bojonegoro mengingatkan para tengkulak maupun gudang pembelian agar tidak memainkan harga yang dapat merugikan petani.

 

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kushariyanti, mengatakan harga tembakau yang cukup tinggi saat ini dipengaruhi kualitas hasil panen petani, mulai dari petikan pertama hingga petikan pertengahan tanaman tembakau di lahan sawah.

 

Menurutnya, apabila kondisi cuaca mendukung, harga tembakau berpotensi terus mengalami peningkatan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam rantai perdagangan tembakau menjaga harga agar tetap memberikan keuntungan bagi petani.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Kosong, Golkar Siapkan Pengganti Mitroatin

 

“Kami berharap tengkulak tidak memainkan harga tembakau sehingga petani tidak dirugikan,” ujar Sigit.

 

Selain itu, Komisi B juga meminta tengkulak membeli tembakau sesuai dengan permintaan gudang penerima tembakau rajang kering. Dengan demikian, penyerapan hasil panen petani dapat berjalan sesuai kebutuhan pasar.

 

Di sisi lain, pihak gudang pembelian tembakau juga diharapkan menyesuaikan harga dengan kualitas tembakau yang dibeli. Menurut Sigit, kesesuaian antara kualitas dan harga penting agar petani maupun pembeli sama-sama mendapatkan keuntungan.

 

“Gudang juga harus menyesuaikan kualitas tembakau yang dibeli, sehingga petani dan pembeli sama-sama diuntungkan,” jelasnya.

 

Tak hanya persoalan harga, Komisi B DPRD Bojonegoro yang membidangi sektor pertanian juga menyoroti kondisi tanaman tembakau di sejumlah wilayah yang kurang optimal.

Baca Juga:  Wali Murid SDN Sumberrejo III Banyak Dapat  Intimidasi, Ini Tanggapan Sukur Priyanto

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan memberikan perhatian terhadap kebutuhan pengairan sejak awal musim tanam tembakau. Penyediaan sarana dan saluran air dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama saat musim kemarau.

 

Sigit menegaskan, selain bantuan pupuk dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, persoalan pengairan juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman tembakau.

 

Terlebih, sejumlah wilayah dengan kondisi geografis dataran tinggi membutuhkan dukungan pengairan agar tanaman tembakau dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan kualitas panen yang baik.

 

Dengan harga tembakau yang saat ini cukup tinggi, DPRD berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan. Pemerintah juga diminta terus memantau perkembangan harga, kondisi cuaca, serta kebutuhan petani agar produksi dan kesejahteraan petani tembakau di Bojonegoro tetap terjaga. (Rif/Sas)