Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 338 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kabid pemadaman dan penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus menyampaikan bahwa Dari ratusan kejadian tersebut, kebakaran terbanyak terjadi pada kategori lahan atau pekarangan, yakni mencapai 164 kejadian. Sementara kebakaran rumah tercatat sebanyak 33 kejadian, sedangkan kebakaran lahan hutan mencapai 30 kejadian. Sejumlah kejadian lainnya masuk dalam kategori berbeda.
Untuk kebakaran rumah, penyebab yang paling banyak ditemukan diduga berasal dari korsleting listrik. Sedangkan kebakaran lahan umumnya dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan atau tidak diawasi hingga api benar-benar padam.
“Untuk rumah biasanya yang paling sering korsleting listrik dan untuk lahan itu pembakaran sampah yang menjalar ” Ujar Ahmad Agus
Kondisi tersebut semakin berisiko terjadi saat musim kemarau, terlebih ketika suhu udara cukup tinggi dan kondisi lahan di sekitar permukiman maupun persawahan mulai mengering. Api dari pembakaran sampah dapat dengan mudah merembet ke lahan kering di sekitarnya.
“Untuk himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di puncak musim kemarau, jangan membakar sampah secara sembarangan dan jika terpaksa untuk membakar harus di awasi sampai api padam” tambahnya
Dengan tingginya angka kejadian kebakaran tersebut, kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dinilai penting untuk mencegah bertambahnya kasus kebakaran selama musim kemarau. (Rif/Red)








