Hadirkan Katalog dan Promosi Digital, UMKM Batik Mak Ni Jono Temayang Go Online

SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 26 Universitas Bojonegoro yang ditempatkan di Desa Jono, Kecamatan Temayang, merealisasikan salah satu program kerjanya berupa pembuatan katalog produk dan promosi digital untuk Pengrajin Batik Mak Ni Jono. Sabtu (26/7/2025).

Program ini lahir dari keterbatasan media promosi dan pemasaran yang dimiliki oleh pelaku usaha batik lokal, khususnya Mak Ni Jono, yang selama ini memproduksi batik khas Bojonegoro secara mandiri. 14 motif batik khas Bojonegoro bisa dihasilkan oleh UMKM ini, selain itu sebagai inovasi Mak Ni juga menciptakan motif baru dengan menggabungkan unsur dari 14 motif tersebut menjadi sebuah desain batik yang unik dan representatif.

Pembuatan katalog produk menjadi langkah konkret mahasiswa KKN untuk membantu Mak Ni dalam mendigitalisasi koleksi motif batiknya. Katalog ini berfungsi tidak hanya sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai alat bantu pemasaran yang informatif dan profesional. Berisi dokumentasi lengkap motif batik khas Bojonegoro mulai dari nama, filosofi, visual, serta harga pada setiap motif batik produksinya. Desain katalog disusun menarik dan mudah dipahami oleh pembaca, termasuk bagi calon pembeli dan mitra dagang potensial.

Baca Juga:  KKNTK 14 Universitas Bojonegoro Resmi Dibuka di Desa Bareng, Mahasiswa Siap Bersinergi dengan Masyarakat

Selain itu, sebagai terobosan baru dalam memperluas jangkauan pemasaran batik dilakukan pula pengenalan media sosial dan platform online sebagai sarana promosi dan penjualan. Targetnya, kerajinan Batik Mak Ni Jono tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga bisa menembus pasar yang lebih luas hingga ke tingkat nasional bahkan mancanegara.

Katalog dan promosi digital merupakan dua komponen penting untuk membangun citra produk dan memperluas jaringan usaha, khususnya di era digital seperti sekarang. “Kami berupaya produksi batik Mak Ni memiliki point lebih strategis dalam peta industri batik. Promosi tidak lagi cukup hanya dari mulut ke mulut, tetapi harus didukung oleh visualisasi produk yang menarik dan keterlibatan aktif di media digital,” ujar salah satu mahasiswa KKNTK – 26 yang menggarap program ini.

Baca Juga:  KKN Tematik Unigoro Berbagi Dengan Anak Yatim Desa Kalirejo

Kepala Desa Jono dan pelaku UMKM Batik Mak Ni pun menyambut baik program ini. Mereka berharap hasil kerja mahasiswa KKN dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan, sehingga kerajinan batik Mak Ni Jono bisa terus eksis dan menyerap tenaga kerja lebih banyak dari warga sekitar.

Dengan adanya katalog dan strategi promosi digital ini, pengrajin batik Mak Ni Jono memiliki peluang yang lebih besar untuk dikenal luas, sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal melalui karya batik yang sarat nilai dan estetika. Ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang positif dan berkelanjutan. (Red/Lis)