SuaraBojonegoro.com – Guru Besar Sastra Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Suwardi Endraswara, berhasil menyabet gelar Juara I dalam Lomba Menulis Cerita Cekak (Cerkak) bertema JAWA KUNCARA. Kemenangan ini diraih berkat karya simbolis surealisnya yang berjudul Sadewa.
Lomba yang diselenggarakan oleh Sanggar Sastra Djajus Pete ini ditutup dengan acara “Atur Pisungsung” (penyerahan hadiah) yang digelar sederhana namun khidmat pada Jumat (24/10/2025), bertempat di GOR Dolok Cozy Space, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Prof. Dr. Suwardi Endraswara, seorang pengarang sastra Jawa ternama, mengungguli peserta kategori umum lainnya. Juara kedua diraih oleh Sanjaya Sandy Kusuma, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dengan karya berjudul Ledhek Jelangkung. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh Sus S. Hardjono, seorang guru dan sastrawan aktif dari MAN 1 Sragen, Jawa Tengah, dengan karyanya Bratajaya.
Pelestarian Bahasa dan Sastra Jawa
Ketua Sanggar Sastra Djajus Pete, Kuzaini, atau akrab disapa Kang Zen Samin, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemenang.
”Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasinya dalam pelestarian bahasa dan Sastra Jawa. Semoga kedepannya Sastra dan Bahasa Jawa benar-benar kembali kuncara, kembali terkenal dan kembali jaya di kancah sastra dunia,” ujar Kang Zen Samin saat penyerahan hadiah.
Kategori Pelajar Turut Berjaya
Semangat pelestarian sastra Jawa juga terlihat dari antusiasme kategori pelajar. Juara I diraih oleh Lituhayu Zizia Rachman, pelajar SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro, dengan cerita Weton Ngudhari Lelakon.
Berikutnya, Juara II jatuh kepada Joice Elim Kurniawan dari SMP Negeri 1 Kanor, Bojonegoro, lewat Selendhang Abang. Sedangkan Juara III diraih Lia Nur Ramadani, pelajar SMP Negeri 2 Donomulyo, Kabupaten Malang, dengan cerita Gamelan Tengah Wengi.
Acara penyerahan hadiah dimeriahkan dengan alunan musik kesenian Jawa, siter, persembahan dari komunitas seni Wahana Abdi Budaya. Sindhen Lina melantunkan tembang Pertiwi dengan iringan siter, rebab, kendang, serta gender slendro dan pelog.
Kang Zen Samin tak lupa menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya lomba, termasuk Yayasan Mannah (yayasan keluarga besar Prof. Dr. Pratikno), Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Ademos Indonesia, serta dukungan dari Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar dan Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Supriyanto. (Lis/Sas)








