Golkar Bojonegoro Apresiasi Kebijakan Pemerintah Pertahankan Harga BBM per 1 April 2026

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi, tetap atau tidak mengalami perubahan per 1 April 2026. (01/04/2026)

Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan langkah strategis di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Kebijakan tersebut tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat serta pelaku usaha di daerah yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.

Baca Juga:  Puluhan Perupa di Bojonegoro Siapkan Pameran Bersama

Ketika sejumlah negara menghadapi kenaikan harga energi akibat situasi global, pemerintah Indonesia justru mampu menjaga harga tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan biaya hidup.

“Golkar Bojonegoro sangat mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Di saat banyak negara lain menaikkan harga energi karena tekanan global, di Indonesia harga tetap dijaga stabil. Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban rakyat,” ujar Ahmad Supriyanto.

Lebih lanjut, Supriyanto menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan semata berkaitan dengan angka harga bahan bakar di SPBU, melainkan mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat secara luas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menunjukkan kapasitas sebagai eksekutor kebijakan yang responsif dan taktis dalam merespons kondisi nasional. Stabilitas harga BBM menjadi angin segar bagi daerah karena mampu menekan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Krisis Kesiapan Nikah, Perceraian Usia 17 Tahun Masih Terjadi di Bojonegoro

“Langkah ini bukan sekadar soal angka di papan SPBU, tetapi soal komitmen menjaga stabilitas ekonomi. Ketika masyarakat tidak dihantui efek domino kenaikan harga barang pokok akibat isu BBM, maka produktivitas ekonomi lokal dapat tetap terjaga,” jelasnya.

DPD Partai Golkar Bojonegoro berharap kebijakan stabilisasi harga energi dapat terus dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Why/Lis)