SuaraBojonegoro.com – Integrasi sistem bank sampah dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro mulai memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga warga setempat, Selasa (17/2/2026). Melalui mekanisme ini, limbah anorganik yang dipilah dari rumah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan dikonversi menjadi tabungan yang dikelola masyarakat sendiri.
Dalam praktik pengelolaan yang berlangsung Selasa sore, warga menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan logam untuk ditimbang oleh pengurus bank sampah desa. Hasil timbangan tersebut langsung dicatat dan dimasukkan ke dalam buku tabungan warga. Upaya yang telah diinisiasi sejak November 2025 ini bertujuan menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, menjelaskan bahwa keberadaan TPS 3R yang sedang dibangun akan melengkapi fungsi bank sampah dalam menyerap dan mengolah limbah warga secara lebih masif. Dengan pemilahan yang konsisten sejak dari sumbernya, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh stimulus ekonomi berupa tambahan penghasilan yang dapat dicairkan untuk kebutuhan harian.
Program yang didampingi oleh Alas Institute ini mendapat dukungan dari ExxonMobil sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Perwakilan ExxonMobil, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menekankan bahwa integrasi antara partisipasi warga dan ketersediaan infrastruktur fisik seperti TPS 3R menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi ini dapat dirasakan secara jangka panjang.
“Ini merupakan gerakan bersama, semua pihak berkolaborasi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri,” ujar pria yang akrab dipanggil Malik tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Achmad Danial Abidin dari Alas Institute menyatakan bahwa pendampingan akan terus diperkuat untuk memastikan sistem ini menjadi prosedur tetap di tingkat rumah tangga. Gerakan serupa kini juga mulai direplikasi di Kecamatan Sukosewu melalui pendampingan komunitas arisan sampah Mapak, sebagai langkah untuk memperluas jangkauan sistem ekonomi sirkular di wilayah tersebut. (Lis/Red)








