SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kelompok 15 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, mereka menggelar sosialisasi bertajuk “Smart Weaving Village: Pemberdayaan UMKM Anyaman dan Potensi Lokal Berbasis Digital untuk Ekonomi Mandiri” di Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini diikuti para pengrajin anyaman bambu dan ibu-ibu rumah tangga Desa Sugihwaras. Tujuannya adalah membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan produk anyaman bambu agar lebih inovatif, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar digital.
Hadir sebagai narasumber, Dimas Fikri dari Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa kerajinan anyaman bambu merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
“Kerajinan bambu merupakan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi atau dikenal sebagai green gold (emas hijau). Potensi ini perlu terus dikembangkan melalui inovasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimas juga memperkenalkan Dodolan Ekraf Bojonegoro sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif. Melalui platform tersebut, para pengrajin didorong untuk tidak hanya memproduksi anyaman tradisional seperti besek, tetapi juga menciptakan berbagai produk baru yang lebih kreatif, fungsional, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain inovasi produk, peserta mendapatkan pelatihan mengenai strategi memperkuat daya saing usaha, mulai dari teknik pengemasan produk yang menarik, pembuatan foto produk berkualitas, penyusunan identitas usaha melalui nama dan logo, hingga pemanfaatan platform digital seperti Shopee, TikTok Shop, serta media sosial sebagai sarana pemasaran yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Mahasiswa KKNTK Unigoro Kelompok 15 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi UMKM anyaman bambu di Desa Sugihwaras menuju usaha yang lebih modern, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi kerajinan anyaman bambu di Desa Sugihwaras diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro. (Red)








