Festival Tari Jadi Ajang Talenta Desa

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Untuk kesekian kalinya Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, menggelar ajang seni budaya dalam rangkaian ritus Pakurmatan Sasi Suro. Selasa (15/07/25).

“Setiap tahunnya memang kami agendakan festival tari sebagai salah satu rangkaian acaranya,” terang Galih Satria, aktivis desa setempat.

Model festival tari yang diselenggarakan sengaja membidik generasi muda, namun tak meninggalkan kelompok umur dewasa. Yakni dengan membuat kompetisi tari sekaligus sebagai penampil dalam beberapa malam sebelum puncak acara.

Pada malam ini, tema yang dipilih adalah Tari Gugur Gunung. Yang diikuti 14 kelompok tari dari beberapa desa, selain itu terdapat puluhan kelompok tari dari berbagai desa secara bergilir tampil dalam panggung yang sama.

Baca Juga:  Repertoar Seni "Abhinaya Cilpacastra" Warnai Malam Budaya di Bojonegoro

“Karena banyaknya kelompok tari yang ikut menyemarakkan, maka setiap kali peserta lomba tampil akan diselingi dengan penampilan mereka,” tambahnya.

Format tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang pada penampil agar dapat merasakan atmosfer festival. “Termasuk mendengarkan komentar dan masukan juri, sehingga dapat menjadi modal peningkatan wawasan di dunia tari,” jelasnya.

Sementara itu pihak Akademi Bale Parawangsa yang berkesempatan menghadiri giat tersebut berharap agar para pemuda desa setempat dapat terus mengembangkan format festival menjadi lebih baik. “Desa Sambongrejo telah memiliki fondasi kultur dengan ekspresi seni tari, itu sangat potensial,” kata Ramon Pareno, seorang pemaju kebudayaan sekaligus fonder dari Akademi Bale Parawangsa.

Dengan skema yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir, pihaknya melihat adanya peluang untuk menjadikan Desa Sambongrejo sebagai pusat ekspresi seni tari untuk daerah sekitarnya. (Bim/red).