Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus bergerak memperkuat taring Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, sebuah Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif digelar untuk memacu kapasitas pelaku usaha binaan agar lebih profesional dan kompetitif.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Selasa (12/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026) di Aula Dinas Perinaker ini, menjadi oase bagi para pengusaha mikro untuk membedah tuntas manajemen bisnis hingga urusan legalitas.
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menegaskan bahwa di era persaingan ketat, kualitas rasa atau barang saja tidaklah cukup. Pelaku IKM dituntut memiliki bekal manajerial yang mumpuni.
“Pelaku IKM tidak cukup hanya bisa produksi, tetapi juga harus memahami manajemen usaha, pemasaran, dan legalitas agar usaha mereka bisa naik kelas dan lebih dipercaya konsumen,” ujar Mahmudi.
Menurutnya, legalitas adalah pintu gerbang bagi IKM untuk merambah pasar yang lebih luas dan meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pendampingan dari para ahli. Muhammad Rizky Agustino, selaku moderator dan pendamping kegiatan, memaparkan bahwa pada hari pertama peserta “digembleng” dengan materi motivasi dan strategi pasar.
Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan, mulai dari Cantika Wahono yang membakar semangat kewirausahaan, hingga Lasuri, seorang pebisnis sukses yang membagikan rahasia membangun loyalitas pelanggan dan manajemen merek.
Tidak hanya teori, hari kedua difokuskan pada aksi nyata terkait legalitas. Peserta yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) didampingi hingga tuntas di tempat. Sementara bagi yang sudah memiliki NIB, diarahkan untuk mengurus izin PIRT dan Sertifikasi Halal.
Herni Purwanti, pelaku usaha camilan pastel mini asal Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah dapat banyak ilmu dan informasi penting tentang perizinan. Saya sudah punya PIRT dan NIB, sekarang lanjut pengurusan halal,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan kader PKK ini, diharapkan produk-produk IKM Bojonegoro tidak hanya unggul di tingkat lokal, namun siap bersaing di pasar nasional dengan identitas merek yang kuat dan legalitas yang lengkap. (Rif/Red)








