Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Kasus dugaan penganiayaan brutal kembali mencoreng keamanan warga di Kabupaten Bojonegoro. Seorang pemuda berusia 19 tahun, Bagas Nur Fikri Ramadhan, asal Dusun Nglarangan, Kecamatan Kanor, menjadi korban dugaan penyerangan mendadak di Kecamatan Baureno pada Jumat malam (28/11/2025).
Ironisnya, insiden keji yang membuat korban terkapar pusing dan bahkan muntah darah ini diduga hanya dipicu oleh masalah sepele: suara bising dari mesin motornya yang sedang tidak normal.
Peristiwa mengerikan ini terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Menurut keterangan keluarga, Bagas saat itu mengendarai motor Honda Beat dan terpaksa berhenti di depan sebuah rumah di Dusun Banteran, Desa Ngemplak. Motornya memang mengeluarkan suara yang lebih bising karena masalah mesin.
Namun, jeda sesaat itu berubah menjadi mimpi buruk. Tiba-tiba, seorang warga berinisial MA alias L, yang tinggal tak jauh dari lokasi, keluar dari rumahnya.
“Pelaku langsung merangkul korban dari samping kanan tanpa bicara apapun. Kemudian, Pelaku langsung memukul Bagas sekitar lima kali ke bagian pipi dan tangan, lalu menendang perutnya sekali. Bahkan pelaku menantang korban sambil mengatakan agar tidak ngebut ketika lewat permukiman,” ungkap salah satu kerabat korban dengan nada kesal.
Korban yang tak menduga serangan mendadak itu mengaku tidak mampu melawan. Meskipun aksi tersebut akhirnya dilerai oleh adik pelaku, Bagas sudah terlanjur mengalami dampak parah: pusing hebat, nyeri tak tertahankan pada wajah, dan puncaknya, mual hingga muntah darah.
Melihat kondisi putra mereka yang memprihatinkan, Ayah korban, Imam Mawardi, segera membawa kasus ini ke jalur hukum. Laporan resmi telah dibuat di Polsek Baureno dengan nomor STTLPm/73/YAN.2.5/XI/2025/SPKT, lengkap dengan satu lembar visum sebagai bukti krusial penganiayaan.
“Setelah kejadian, korban pulang dalam kondisi lemah dengan memar pada wajah dan keluhan muntah darah,” tegas Imam Mawardi dalam laporannya.
Pihak Polsek Baureno telah membenarkan penerimaan laporan tersebut dan menyatakan bahwa proses penanganan sedang berjalan intensif. (Bim/Red)








