Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provisi Jawa Timur, angkat bicara atas gagalnya debat publik perdana yang mempertemukan calon wakil bupati Farida Hidayati VS Nurul Azizah dalam Pemilukada Kabupaten Bojonegoro 2024. KPU Provinsi Jawa Timur, memanggil 5 komisioner KPU Kabupaten Bojonegoro untuk dimintai keterangan. Rabu (23/10/24).
Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi kepada awak media menyatakan bahwa Debat yang dilakukan oleh KPU Bojonegoro beberapa waktu sudah sesuai aturan. “Debat sudah sesuai aturan karena KPU Bojonegoro sudah melakukan kewajiban sebagai penyelenggara Pilkada 2024,” Tutur Aang Kunaifi, Rabu (23/10/2024).
Selain itu juga KPU Bojonegoro juga memfasilitasi tahapan debat publik perdana antara pasangan calon, dijelaskan juga oleh Aa g Kunaifi, jika dalam format debat publik telah disepakati oleh masing-masing Paslon yang dituangkan dalam Berita Acara (BA) KPU Bojonegoro Nomor 312/PL.02.04-BA/3522/2024 yang telah ditandatangani seluruh pihak pada 24 September lalu.
“Kesepakatan debat publik tersebut selain dihadiri paslon juga dari pengawasan pilkada,” ujarnya.
Akan tetapi dalam pelaksanaannya, cawabup nomor urut 01 tidak sepakat dengan format debat publik tersebut.
“KPU Bojonegoro tidak bisa secara langsung melakukan perubahan konsep debat publik itu,” tuturnya.
Selain itu dirinya menjelaskan jika di dalam PKPU tidak ada aturan debat secara spesifik. Namun, maksimal KPU memfasilitasi debat sebanyak tiga kali, yakni 19 Oktober, 1 November, 13 November.
“Atau sebelum pemungutan suara 27 November,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui sebelumnya dalam debat publik perdana calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro Sabtu (19/10) malam, terpaksa batal dilaksanakan karena keributan.
Pembatalan akibat ketegangan yang dipicu pasangan calon nomor urut 1, Teguh Haryono-Farida Hidayati mendesak debat dengan format lengkap, yakni melibatkan cabup dan cawabup. Padahal, sebelumnya sudah disepakati, debat publik perdana hanya untuk cawabup. (Bim/red).








