SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui kegiatan Pasar Rakyat dalam program PASS Isya (Pasar Murah Setelah Sholat Isya) yang digelar di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu tersebut disambut antusias masyarakat. Warga tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga sekaligus menikmati produk-produk unggulan pelaku UMKM lokal.
Sebelum mengunjungi pasar, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama anggota DPRD, perwakilan BUMD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, Kementerian Agama, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro mengikuti sholat Isya berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin. Rombongan kemudian berjalan kaki sekitar 500 meter menuju lokasi Pasar Rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Setyo Wahono menegaskan bahwa Pasar Rakyat tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi setiap desa.
Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari desa dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat, baik di sektor pertanian maupun usaha produktif lainnya.
“Kalau seluruh desa perekonomiannya kuat dan masyarakatnya makmur, tidak ada lain yang bisa kita katakan bahwa Kabupaten Bojonegoro akan menjadi kabupaten yang unggul di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bojonegoro memiliki potensi besar di sektor pertanian. Namun, penguatan ekonomi masyarakat perlu diimbangi dengan pengembangan UMKM agar sumber pendapatan warga semakin beragam dan tidak hanya bergantung pada satu sektor.
Melalui Pasar Rakyat, para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk mempromosikan produk, memperkenalkan hasil kreativitas, serta memperluas jangkauan pemasaran.
“Pasar rakyat ini merupakan salah satu cara kita untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Harapan kita ada promosi, ada pengenalan produk, dan juga inovasi baru yang bisa dilakukan para penggerak ekonomi,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bupati meminta Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) melakukan kurasi terhadap potensi dan produk unggulan dari seluruh desa di Bojonegoro.
Kurasi tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi produk khas desa yang memiliki kualitas dan daya saing, sehingga berpeluang dipromosikan serta dipasarkan ke wilayah yang lebih luas.
“Setiap desa itu ada unggulannya, sehingga kami bisa memberikan apresiasi. Saya minta Dinas Perdagangan mencoba mengkurasi potensi yang ada di Bojonegoro. Nanti kita bantu, baik promosi maupun lainnya, agar UMKM di desa bisa naik,” tegasnya.
Selain menjadi sarana pengembangan UMKM, Pasar Rakyat juga bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah OPD dari sektor pertanian hingga perdagangan, serta menggandeng Bulog dan mitra terkait untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar.
Dalam kegiatan itu, Pemkab Bojonegoro juga menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan lanjut usia (lansia) sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Setyo Wahono berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk memaksimalkan potensi ekonomi desa.
“Kita harus memaksimalkan potensi yang ada di desa agar masyarakat bahagia, makmur dan membanggakan,” pungkasnya.
Melalui program PASS Isya di Desa Ngraseh, Pemkab Bojonegoro berharap Pasar Rakyat tidak hanya mendorong aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal, memperluas pasar UMKM, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red)








