Reporter : Wahyu Waluyo Utomo
SuaraBojonegoro.com – Dampak dugaan Pengusiran 5 jurnalis yang dilakukan oleh Triguno Sudjono Prio Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan ( Prokopim ) Pemerintah Bojonegoro, beberapa jurnalis yang tergabung dari beberapa organisasi jurnalis Bojonegoro mengadakan aksi di depan Gedung Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Senin (28/10/2024).
Sebelumnya beberapa waktu lalu 5 jurnalis yakni dari Metro.TV, BlokBojonegoro.com, Jatim.com, Tribunnews.com dan Kabarbaik.com yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik untuk mengkonfirmasi keberadaan PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto yang dikabarkan sedang ke luar negeri ternyata mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan oleh Kabag Prokopim Bojonegoro.
Pasalnya pejabat yang memiliki peranan mengarah ke hubungan masyarakat ini tidak terbuka ketika menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para jurnalis. Alhasil perilaku Triguno yang seakan berbelit serta mengamuk, kemudian memancing para jurnalis untuk mengadakan aksi dengan menamakan Aksi Mendidik Triguno dengan tujuan agar Triguno dapat lebih sadar dan mengerti akan peranannya sebagai pejabat pemerintah.
Sembari berorasi, para jurnalis juga membentangkan beberapa poster yang bertuliskan antara lain Tri Ora Guno, Berita Untuk Apa ttd Triguno, Baca Pasal 18 UU Pers, Bukan Demokrasi Kalo Jurnalis Masih di Intimidasi, Evaluasi Pejabat Emosional, Rakyat Butuh Informasi Bukan Intimidasi dan beberapa tulisan poster lainnya di depan gerbang kantor Pemkab Bojonegoro Jl. P Jl. Mas Tumapel No.1, Bojonegoro, Kadipaten, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.
Disampaikan Bambang Yulianto jurnalis Metro.TV bersama para jurnalis lainnya yang melakukan aksi dengan membentangkan poster mengatakan jika perbuatan yang dilakukan oleh Kabag Prokopim Triguno Sudjono Prio kepada jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik segera mendapat evaluasi dari Pemkab Bojonegoro agar kedepannya tidak terulang hal – hal yang melanggar UU Pers serta dapat lebih memahami kegiatan yang mengandung unsur tentang hubungan masyarakat.
“Hari ini kami menuntut agar Pemkab segera melakukan evaluasi terhadap Kepala bagian Protokoler supaya kedepannya tidak sewenang – wenang, supaya dia lebih paham kerja – kerja di Humasan sekalian kerja – kerja jurnalistik”, ungkap Bambang Yulianto
Dengan kejadian yang dialami kelima jurnalis tentunya pria yang akrab di sapa Eeng juga berharap kepada Pemkab untuk juga melakukan evaluasi kepada seluruh pejabat pemerintah, Karena menurut pria berkacamata ini para pejabat di pemerintah kabupaten bojonegoro terkesan mengabaikan akan tugas jurnalistik.
“Saya melihat media – media di Bojonegoro ini ibarat kehilangan rohnya, kehilangan simbol perlawanan, jadi para stakeholder dan narasumber – narasumber yang lain itu abai akan tugas jurnalistik, jadi harus dievaluasi secara menyeluruh”, tambahnya.
Aksi damai oleh beberapa perwakilan jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) Bojonegoro dan beberapa anggota Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Bojonegoro yang dikawal ketat oleh personil dari Polres Bojonegoro berjalan dengan lancar dan tertib hingga selesai. (Red/Lis)








