SuaraBojonegoro.com – Integritas bukan lagi sekadar slogan di atas kertas bagi jajaran Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bojonegoro. Guna memastikan pelayanan publik berjalan bersih dan bebas dari penyimpangan, Kantah Bojonegoro menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Pakta Integritas pada Rabu (08/07/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam suasana Coffee Morning ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, Sumarlin, S.ST., M.H., dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta jajaran pegawai.
Dalam arahannya yang lugas, Sumarlin menegaskan bahwa Pakta Integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh jajaran memiliki bobot tanggung jawab yang besar. Ia mewanti-wanti agar dokumen tersebut tidak terjebak menjadi rutinitas administratif belaka.
“Pakta Integritas ini adalah komitmen moral yang mengikat kita semua. Wujud nyatanya harus terlihat setiap hari di loket pelayanan—melalui pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan sepenuhnya patuh pada regulasi yang berlaku,” tegas Sumarlin di hadapan jajarannya.
Empat Pilar Penguatan Budaya Kerja
Monev berkala ini menjadi momentum krusial bagi Kantah Bojonegoro untuk menyisir dan memperkuat kembali budaya kerja instansi. Setidaknya ada empat poin strategis yang menjadi fokus utama dalam evaluasi kali ini:
Peningkatan Disiplin Pegawai: Memastikan kehadiran dan kinerja optimal di setiap lini pelayanan.
Kepatuhan Mutlak terhadap SOP: Menghilangkan Standard Operating Procedure (SOP) yang berbelit demi efisiensi waktu pemohon.
Optimalisasi Layanan Digital: Mendorong masyarakat memanfaatkan ekosistem digital ATR/BPN untuk memangkas celah birokrasi tatap muka.
Penguatan Budaya Anti-Gratifikasi: Menolak segala bentuk pemberian dalam bentuk apa pun guna menjaga muruah instansi yang bersih.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan ini, Sumarlin berharap nilai-nilai jujur dan akuntabel benar-benar mendarah daging dalam setiap helas napas pelayanan pertanahan di Bumi Angling Dharma.
Dengan memperketat pengawasan internal, Kantah Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat terus mendongkrak indeks kepuasan masyarakat sekaligus mewujudkan birokrasi modern yang profesional dan semakin dicintai publik. (Lis/red)








