SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025, Pemkab memprioritaskan peningkatan infrastruktur, memastikan bahwa manfaat pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan.
Salah satu desa yang merasakan dampak positif ini adalah Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, di mana jalan utama ditingkatkan menjadi jalan rigid beton sepanjang 2 kilometer dengan lebar 3,5 meter. Saat ini, sekitar 600 meter di Dusun Randu Kentong telah rampung dan siap digunakan masyarakat.
Warga Rasakan Manfaat Langsung
Pembangunan jalan ini disambut gembira oleh warga. Wati, seorang pemilik warung kopi dan nasi pecel, mengaku perbaikan ini sangat membantu usahanya. “Kondisi jalan sebelumnya kurang bagus, terutama saat musim hujan. Dengan perbaikan ini, aktivitas warga lebih mudah dan pendapatan saya cukup terbantu. Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemdes Mojoranu dan Pemkab Bojonegoro,” tuturnya, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/11/2025).
Kepala Desa Mojoranu, Lukman Hakim, menekankan bahwa BKKD ini memberikan dampak ganda. Selain mempermudah mobilitas, proses pembangunan yang dilaksanakan secara swakelola juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
”BKKD ini hadir tepat sasaran. Selain membangun akses, juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Lukman, sambil menambahkan bahwa pihaknya terus mengawal proses pembangunan agar sesuai standar.
Camat Dander, Teguh Wibowo, mengonfirmasi bahwa pada tahun 2025, seluruh 16 desa di Kecamatan Dander memperoleh alokasi dana BKKD. Dana ini bersumber dari APBD Induk dan P-APBD 2025, dengan fokus pada peningkatan jalan dan pembangunan jembatan.
Tiga desa menerima dana dari APBD Induk untuk pembangunan jembatan, balai desa, dan jalan aspal. Sementara 13 desa lainnya, termasuk Desa Mojoranu, memperoleh alokasi dari P-APBD 2025 untuk pembangunan jalan rigid beton dan jembatan.
Camat Teguh menegaskan BKKD adalah langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan konektivitas dan mempermudah aktivitas ekonomi. Ia berharap program ini dapat dilaksanakan sesuai regulasi dan segera memberikan manfaat luas bagi masyarakat Dander. (Red/Lis)








