Beredar Tentang Dugaan Pelayanan Puskesmas Dander Yang Tidak Profesional, Dinkes Bojonegoro Berikan Tanggapan

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan jika pihaknya akan menindak lanjuti atas aduan masyarakat di media sosial atas dugaan tidak profesionalnya petugas puskesmas Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Dalam hal ini pihaknya akan mengklarifikasi kepada tenaga kesehatan yang saat itu sedang bertugas. Minggu (17/08/25).

“Kami akan melakukan pengecekan terhadap kronologi pelayanan di Puskesmas Dander, termasuk klarifikasi kepada tenaga kesehatan yang bertugas,” katanya.

Seperti yang diketahui, beredar luas di media sosial Facebook atas ketidak nyamannya terkait pelayanan persalinan di Puskesmas Dander. Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun bernama Benjamin Sesko tersebut kronologi bagaimana sang istri hampir kehilangan nyawa akibat dugaan kelalaian penanganan.

Menurut penuturan Benjamin, istrinya yang tengah hamil mengalami pembukaan besar saat masih di rumah. Kasur dan pakaian sudah bersimbah air ketuban, dan rasa sakit yang dialami diibaratkan seperti “orang sakaratul maut.”

Baca Juga:  Dinkes Bojonegoro Diduga Tak Transparan Data DBD Kepada Media

Keluarga lalu membawa sang ibu hamil ke Puskesmas Dander. Namun, sesampainya di sana, petugas menyebut bahwa pasien “belum mau melahirkan” karena baru pembukaan satu. Sementara itu, pasien masih merintih kesakitan akibat kontraksi hebat.

“Bukannya dibimbing cara pernapasan atau diarahkan sesuai ilmunya, petugas malah asik ngobrol dengan temannya di belakang,” tulis Benjamin. Ia juga menyebut, karena ini merupakan persalinan pertama, istrinya sama sekali belum paham teknik pernapasan yang benar saat kontraksi.

Tak lama berselang, kondisi pasien memburuk. Puskesmas kemudian memutuskan merujuknya ke RS Fatma Bojonegoro menggunakan ambulans. Dalam perjalanan, pasien mulai kesulitan bernapas dan hampir kehilangan kesadaran.

Setibanya di ruang bersalin RS Fatma, dokter langsung melakukan tindakan cepat dengan menggunting jalan lahir. Tindakan itu disebut sebagai satu-satunya cara menyelamatkan bayi dan ibunya. “Ibu tepat datang sebelum ketuban habis,” kata dokter kepada Benjamin. Menurut keterangan medis, sang ibu hampir kehabisan air ketuban, yang dapat berakibat fatal bagi janin.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Ini Prihatin PTT di Dinkes Tak Dapatkan THR

Unggahan tersebut langsung mendapat puluhan komentar dari warganet. Beberapa di antaranya mengaku memiliki pengalaman serupa dengan pelayanan di Puskesmas Dander.

Seorang pengguna bernama Amin L II menceritakan pernah datang ke puskesmas itu seusai kecelakaan untuk membersihkan luka, namun tidak ada petugas yang melayani meski sudah dipanggil.

Anis Febri mengingat masa pandemi, ketika pasien melahirkan di sana justru dirujuk ke RS tanpa penanganan awal yang memadai.

Gagas Jangan Pangestu yang mengaku warga Dander, terkejut mengetahui pelayanan di puskesmas setempat disebut seburuk itu.

Banyak komentar menyarankan agar kasus ini diviralkan atau dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bojonegoro dan media massa agar ada tindakan tegas. (Bim/red).