Reporter : Lina Nur Hidayah
SuaraBojonegoro.com – Meskipun bulan Oktober ini merupakan awal di Musim penghujan dan sebagian wilayah di kabupaten Bojonegoro terlepas dari kekeringan, Lain halnya bagi Kecamatan Ngasem pada bulan ini masih dilanda kekeringan. Tepatnya di RT 23, RW 04, Dusun Kedungingas, Desa Kolong, Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro sejak bulan Juni 2024 mengalami kekurangan air bersih. Warga di Desa tersebut hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar mendapatkan air untuk keperluan mandi, mencuci pakaian, pertanian dan juga kebutuhan harian lainnya.
Menurut salah satu warga Desa Kolong, meskipun musim penghujan , namun sumur di tempat tersebut masih tidak ada sumber air, sehingga setiap RT membuat tandon air yang kemudian bisa dimanfaatkan masyarakat ketika mobil tangki pendistribusian air tiba kelokasi.Selasa (8/10/24)
“Di desa Kolong bantuan air dari BPBD Bojonegoro dua hari sekali datang, kemudian bantuan air dari para dermawan dan laskar buah juga pernah membantu. Karena daerah kami tidak ada sumber air meskipun musim penghujan,” Kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Disampaikan oleh warga dengan adanya bantuan air dari pemerintah sangat membantu karena hampir di semua RT di desa tersebut minim sumber air bersih.
“Kalau ditempat kami RT 23 , selain itu ada RT 15, RT 24 dan RT 4 dusun Kedungingas juga mengalami kekeringan,” Tambah warga.
Sementara itu, pernyataan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Nor Aeny bahwa wilayah di kecamatan Ngasem yang sudah menerima distribusi air terbanyak adalah Desa Kolong yakni 38 kali pendistribusian air bersih.
“Pendistribusian air untuk Desa Kolong Kecamatan Ngasem sudah 38 kali karena memang kekurangan sumber air bersih,” Ungkap Kalaksa BPBD Bojonegoro.
Selain itu, BPBD Bojonegoro juga sudah mendistribusikan air ke Desa Butoh, Desa Jelu, sendangharjo, Tengger, Desa Bareng dan juga Dukuhkidul mengingat kecamatan Ngasem hingga saat ini masih terjadi kekeringan. (Lin/red)








