Reporter: Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Beroperasinya pabrik pengelolaan tembako di Desa Sokowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menuai protes dari warga setempat. Pasalnya keberadaan pabrik tersebut dinilai menganggu aktifitas para pelajar baik TK maupun SD. Selasa (14/01/25).
Menanggapi keluhan para warga tersebut Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Mitroatin, menegaskan akan mengakomodir keluhan para warga Desa Sokowati tersebut. Dirinya memutuskan bahwa keberadaan pabrik pengelolaan tembako tersebut membantu perekonomian warga.
“Tapi juga harus mempertimbangkan dampak lingkungan,” katanya.
Pimpinan DPRD Fraksi Golongan Karya (Golkar) secara tegas menuturkan jika beroperasinya pabrik pengelolaan tembako di Desa Sokowati, tidak boleh mengorbankan lingkungan terlebih kenyamanan para pelajar.
“Tidak boleh mengorbankan gak warga untuk sehat dan aktivitas anak-anak untuk belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, perempuan yang akrab disapa Bunda Mitroatin ini akan memperjuangkan hak-hak warga Desa Sokowati untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan lingkungannya.
“Dampak lingkungan dan kesehatan warga yang harus diutamakan,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui salah seorang pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukowati keluhkan bau menyengat yang berasal dari cerobong asap pabrik pengolahan tembakau yang berlokasi di desa Sukowati, Kecamatan Kapas.
Pengajar yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengeluh karena jarak cerobong asap perusahaan pengolahan tembakau dengan sekolah hanya berkisar kurang lebih 50 meter, sehingga menganggu aktivitas belajar mengajar. (Bim/red).








