SuaraBojonegoro.com – Persaingan memperebutkan dua jabatan perangkat Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung ketat. Sebanyak 79 peserta mengikuti ujian seleksi menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di Laboratorium Komputer SMP Negeri 5 Bojonegoro, Jalan Imam Bonjol, Jumat (6/11/2026).
Seleksi tersebut dilaksanakan untuk mengisi dua formasi jabatan yang kosong, yakni Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum. Dari hasil ujian, Denny Setiawan berhasil meraih nilai tertinggi pada formasi Kaur Tata Usaha dan Umum dengan skor 82.
Sementara itu, pada formasi Kasi Pemerintahan, nilai tertinggi diraih Isna Nur Rafida dengan skor 78. Posisi kedua ditempati Aprita Sari dengan nilai 73. Adapun pada formasi Kaur Tata Usaha dan Umum, posisi kedua diraih Ilham Akbar Maldini dengan nilai 73.
Ketua Tim Pengisian Perangkat Desa (TPPD) Desa Campurejo 2026, Pasuyanto, menjelaskan bahwa proses seleksi telah melalui sejumlah tahapan sejak pembentukan panitia pada akhir September 2026 melalui musyawarah desa.
Tahapan tersebut meliputi penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sosialisasi, penyusunan tata tertib, pembukaan pendaftaran, verifikasi administrasi, penetapan calon peserta ujian hingga pelaksanaan CAT yang bekerja sama dengan pihak ketiga.
Pendaftaran dibuka mulai 5 hingga 23 Oktober 2026. Selama masa pendaftaran, tercatat sebanyak 91 orang mendaftarkan diri untuk memperebutkan dua formasi jabatan tersebut.
Rinciannya, sebanyak 39 orang mendaftar pada formasi Kasi Pemerintahan dan 52 orang pada formasi Kaur Tata Usaha dan Umum.
Setelah melalui proses verifikasi administrasi, TPPD menetapkan 79 orang sebagai peserta ujian. Mereka terdiri atas 34 peserta untuk formasi Kasi Pemerintahan dan 45 peserta untuk formasi Kaur Tata Usaha dan Umum.
Pasuyanto mengatakan, penggunaan metode CAT dipilih untuk menjamin proses seleksi berlangsung transparan, akuntabel, dan objektif. Melalui sistem tersebut, peserta dapat mengetahui nilai hasil ujian secara langsung setelah menyelesaikan seluruh soal.
“Metode CAT ini dipilih untuk menjaga transparansi dan objektivitas seleksi. Dengan begitu, hasil ujian dapat diketahui secara langsung oleh peserta sehingga meminimalkan potensi kecurangan maupun intervensi,” jelas Pasuyanto.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diminta mengerjakan 100 soal dengan durasi waktu 100 menit. Seluruh rangkaian ujian berlangsung dengan pengamanan dari Polsek, Koramil, serta Satpol PP Kecamatan Bojonegoro. Pengawasan juga dilakukan sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia.
Pasuyanto mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi hingga tahap ujian CAT. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah turut berkompetisi. Alhamdulillah, tahapan ujian berlangsung dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah pengerjaan soal selesai, lembar jawaban ditandatangani masing-masing peserta. Selanjutnya, tim penguji mengumumkan hasil CAT sekaligus peserta yang memperoleh nilai tertinggi pada masing-masing formasi.
Pasuyanto berharap, proses seleksi tersebut mampu menghasilkan perangkat desa yang kompeten, profesional, dan amanah dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bagi peserta yang belum berhasil, kami berharap tetap semangat dan menjadikan ujian ini sebagai pengalaman untuk meraih kesuksesan pada kesempatan berikutnya,” pungkasnya. (Lis/Red)








