Ratusan Warga Krondonan Tolak Survei Geologi Panas Bumi Gunung Pandan, Khawatir Ancam Sumber Air dan Ekologi

SuaraBojonegoro.com – Sekitar 250 warga Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, menyatakan penolakan terhadap rencana survei pendahuluan potensi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Pandan. Penolakan tersebut disampaikan dalam dialog terbuka bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Gondang yang digelar di Pendopo Kecamatan Gondang, Jumat (30/10/2026).

 

Dialog tersebut dihadiri Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Yudhistira Ardhi Nugraha, serta tim survei dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Turut hadir Camat Gondang, Kapolsek Gondang, dan Danramil Gondang.

 

Tim Badan Geologi Kementerian ESDM sebelumnya berencana melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui potensi panas bumi di wilayah Kecamatan Gondang dan Sekar. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat karena dikhawatirkan menjadi tahapan awal pendataan potensi geothermal yang nantinya dapat menjadi dasar pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Pandan.

 

Dalam dialog yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, warga menyampaikan sejumlah alasan penolakan. Salah satunya berkaitan dengan keberadaan Gunung Pandan yang dinilai memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga sumber air bagi masyarakat.

 

Sumitro, salah satu perwakilan warga, menyebut sumber air di kawasan Gunung Pandan hingga kini masih terjaga kualitasnya dan menjadi penopang kebutuhan air masyarakat di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Dari Perut Bumi Untuk Masa Depan, Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung

 

“Gunung Pandan merupakan satu-satunya penyangga sumber air bagi warga. Kualitas airnya masih cukup terjaga untuk memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat wilayah Kecamatan Gondang, Temayang, Sukosewu, sampai Sumberrejo,” kata Sumitro di hadapan perwakilan pemerintah daerah.

 

Selain persoalan lingkungan, warga juga menilai Gunung Pandan memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus dihormati serta dilestarikan.

 

Aris Risanto, warga Desa Gondang yang akrab disapa Kang Ries, mengungkapkan bahwa kawasan Gunung Pandan menyimpan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari kearifan budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

 

“Tidak ada alasan apa pun yang sifatnya bertujuan eksploitasi, termasuk proyek geothermal,” tegasnya.

 

Penolakan juga disuarakan kalangan pemuda. Bayu Kristiawan, perwakilan Pemuda Lingkar Pandan, menegaskan bahwa Gunung Pandan merupakan kawasan yang harus dijaga kelestariannya. Menurutnya, kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang berpotensi mengancam lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar harus ditolak.

 

“Saya salah satu dari Pemuda Lingkar Pandan yang melakukan penolakan terhadap rencana geothermal. Jika terjadi dan ada potensi di area kami ada panas bumi dan lain sebagainya, kami akan tetap menolak dalam bentuk proyek apa pun yang membahayakan lingkungan dan masyarakat di lingkar Gunung Pandan,” ungkap Bayu.

 

Setelah melalui dialog hampir tiga jam, warga yang hadir menyatakan sepakat menolak rencana survei geologi maupun pengembangan proyek PLTP di kawasan Gunung Pandan. Penolakan tersebut juga mencakup kegiatan survei sumber daya alam lainnya yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap ekologi dan kehidupan masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Potensi Alam dan Kekayaan Geologi Bojonegoro Kembali Isi Ruang TV Nasional

 

Warga secara tegas menyampaikan tidak memberikan izin kepada tim Badan Geologi untuk melakukan penelitian di wilayah Gunung Pandan, khususnya kawasan Desa Krondonan. Mereka bahkan menyatakan akan meminta tim meninggalkan lokasi apabila tetap memaksakan kegiatan survei tanpa persetujuan masyarakat.

 

Warga juga menegaskan bahwa apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan di luar kesepakatan dialog, segala konsekuensi yang mungkin timbul tidak dapat dibebankan kepada masyarakat yang sejak awal telah menyatakan penolakan.

 

Penolakan ini menjadi sikap bersama warga yang menginginkan kawasan Gunung Pandan tetap terjaga sebagai penyangga sumber air, lingkungan hidup, serta warisan spiritual dan budaya masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Yudhistira Ardhi Nugraha, menyampaikan bahwa Prinsipnya pihaknya hanya memfasilitasi komunikasi Badan Geologi dengan masyarakat lokasi penelitian.

“Kami hanya memfasilitasi namun Keputusan tetap di pemangku wilayah dan masyarakat,” Ujarnya.

Yudhistira juga menyebutkan bahwa kegiatan rencana yang akan dilakukan oleh tim tim survei dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut adalah murni untuk penelitian. (Sas/Red)