SuaraBojonegoro.com – Bojonegoro Youth Festival (BYF) siap memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 dengan menghadirkan beragam kegiatan bagi generasi muda, mulai dari kompetisi olahraga, pertunjukan seni, workshop keterampilan hingga pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) ini berlangsung Sabtu (24/10/2026) di Bojonegoro Sport Center (BSC), kawasan Gedung DPRD Bojonegoro, Jalan Veteran No. 84, Jambean, Sukorejo.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menyampaikan bahwa BYF melibatkan 30 UMKM yang dikelola wirausaha muda. Selain itu, panitia menyiapkan 600 voucher gratis bagi pengunjung yang dibagikan dalam tiga sesi, yakni pukul 06.30 WIB, 12.00 WIB, dan 17.00 WIB di pintu masuk festival.
Keterlibatan UMKM tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha muda memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Festival ini juga menjadi wadah untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi generasi muda di Kabupaten Bojonegoro.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembukaan dan senam Zumba. Mulai pukul 09.20 WIB, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah kompetisi yang berlangsung bersamaan, di antaranya lomba olahraga tradisional terompah panjang, lomba pidato kepemudaan, Battle of Mind, dan Talent Parade.
Pada siang hari, kegiatan berlanjut dengan workshop barista pukul 13.05 WIB dan workshop content creator pukul 14.10 WIB. Kedua workshop tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal keterampilan di bidang industri kreatif, termasuk pengolahan kopi dan produksi konten digital.
Suasana festival juga dimeriahkan Jamming Perkusi bersama Malinke Percussion pada pukul 14.20 WIB.
Memasuki malam hari, mulai pukul 19.00 WIB, BYF menghadirkan rangkaian acara puncak berupa pertunjukan seni, parade organisasi kepemudaan, pemberian penghargaan, dan hiburan musik.
Sejumlah penampil yang dijadwalkan memeriahkan acara tersebut antara lain Sanggar Tari Angling Dharma, Bojonegoro Youth Choir, Pemuda Pelopor, Fahdan, serta Nano Project Orchestra. Parade Devile Organisasi Kepemudaan (OKP) juga akan menampilkan partisipasi berbagai organisasi pemuda di Bojonegoro.
Pada kesempatan itu, panitia juga menggelar awarding kepemudaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi generasi muda. Rangkaian malam ditutup dengan penampilan bersama sejumlah pengisi acara.
Melalui Bojonegoro Youth Festival, Pemkab Bojonegoro mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperluas jejaring, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi UMKM lokal dalam rangkaian peringatan HJB ke-349. (Red/Lis)








