SuaraBojonegoro.com — Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Bojonegoro (Unigoro), Chromafresh Bioplastic, berhasil menyulap limbah jerami nangka dan bunga telang menjadi bioplastik yang bisa mendeteksi kesegaran makanan. Riset yang berjudul Pengembangan Kemasan Pintar Berbasis Bioplastik Jerami Nangka dengan Indikator Kolorimetrik Antosianin Bunga Telang untuk Deteksi Kelayakan Konsumsi Buah Potong mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI.
Ketua Kelompok Chromafresh Bioplastic, Regita Cahyaning D.C., fokus utama risetnya adalah menciptakan smart bioplastik yang dapat mendeteksi kesegaran makanan dengan indikator kolorimetri dari bunga telang. “Riset ini untuk menjadi solusi dari permasalahan penggunaan plastik konvensional yang tidak ramah lingkungan. Sekaligus memanfaatkan jerami nangka yang selama ini hanya dianggap limbah pangan,” tuturnya, Jumat (2/10/26).
Riset bioplastik membutuhkan waktu empat bulan. Tahapan awalnya, jerami nangka dipilih dengan kondisi fisik yang masih bagus. Lalu dicuci, dikeringkan, dan diblender dengan aquadest. Selanjutnya diendapkan hingga muncul patinya. Pati jerami nangka dihaluskan dan diayak hingga menyerupai tepung. “Nah tepungnya disintesis dengan beberapa bahan campuran seperti kitosan dan lain-lain. Kalau sudah tersintesi, dicampurkan dengan bunga telang untuk indikator kolorimetrinya,” jelas mahasiswa prodi Kimia Unigoro.
Regita melanjutkan, bioplastic berwarna biru itu diujikan pada buah semangka potong yang didiamkan di suhu ruang selama enam jam. Jika buahnya segar maka bioplastika akan tetap biru, sedangkan kalau tidak segar maka akan berubah menjadi ungu. “Buahnya ditutup dengan bioplastik. Hasilnya setelah enam jam benar-benar ada perubahan warna,” ungkapnya.
Meskipun Chromafresh Bioplastic dapat mendeteksi kesegaran makanan, Regita dan timnya menilai kerja risetnya masih perlu disempurnakan. “Yang perlu disempurnakan lagi adalah tingkat ketebalan plastiknya. Saat pencetakan ukuran lebarnya masih kurang dan ketebalannya masih di angka 0,46 mm. Sedangkan standar kemasan plastik ketebalannya 0.25 mm,” pungkasnya. (din/lis)








