SuaraBojonegoro.com – Kawasan Taman Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro, bakal memiliki wajah baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai melakukan penataan kawasan yang berada di sisi pintu masuk kota dari arah Jetak tersebut agar lebih representatif, nyaman, sekaligus mencerminkan identitas lokal.
Penataan menyeluruh dilakukan pada kawasan seluas sekitar 10.000 meter persegi. Salah satu bagian utama yang disiapkan adalah pembangunan gedung serbaguna dua lantai di atas lahan seluas 1.023 meter persegi.
Gedung tersebut dirancang tidak hanya sebagai fasilitas publik, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
Pada lantai pertama, gedung akan dilengkapi teras, lobby, Galeri Dekranasda, aula, ruang kurasi atau ruang penambahan kapasitas masyarakat, kantor, toilet pria, wanita dan disabilitas, gudang, serta mushola.
Sementara lantai dua akan memiliki balkon, foodcourt yang terdiri dari lima unit, serta fasilitas toilet.
Selain pembangunan gedung, penataan juga menyasar trotoar di sisi utara serta lanskap Taman Rajekwesi. Pembenahan tersebut diharapkan mampu mengubah kawasan menjadi ruang publik yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, mengatakan penataan Taman Rajekwesi penting dilakukan karena kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang pertama kali dilihat masyarakat ketika memasuki Bojonegoro dari arah Jetak.
“Kawasan Taman Rajekwesi perlu ditata kembali karena wilayah itu termasuk pintu masuk masyarakat yang melewati Bojonegoro, salah satu sisi wajah perkotaan. Tentunya tetap mengusung identitas lokal dan ekonomi kerakyatan,” ujar Satito Hadi.
Menurutnya, penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Bojonegoro menghadirkan fasilitas publik yang bersih, representatif dan ramah bagi masyarakat.
Kehadiran fasilitas baru itu juga diharapkan tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, bersosialisasi maupun mengembangkan kegiatan ekonomi.
Dengan konsep tersebut, Taman Rajekwesi ke depan diharapkan menjadi ruang publik yang memiliki fungsi lebih luas sekaligus menjadi salah satu penanda wajah perkotaan Bojonegoro.
Sudah Direncanakan Sejak 2025
Penataan Taman Rajekwesi sebenarnya bukan rencana baru. Gagasan tersebut telah disampaikan Pemkab Bojonegoro sejak 2025.
Pada 7 Mei 2025, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pedagang di kawasan Taman Rajekwesi menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Bareng Pak Bupati) di lokasi tersebut.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Bojonegoro menyampaikan rencana penataan Taman Rajekwesi agar kawasan tersebut menjadi lebih indah, tertata dan memiliki fungsi yang lebih beragam.
Kini, rencana tersebut mulai diwujudkan melalui penataan kawasan secara menyeluruh.
Pemkab Bojonegoro berharap wajah baru Taman Rajekwesi nantinya tidak hanya menjadi ruang publik yang nyaman, tetapi juga mampu menjadi representasi identitas daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang bersih, nyaman dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan wajah baru tersebut, Taman Rajekwesi diharapkan mampu meninggalkan kesan positif bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang memasuki Kabupaten Bojonegoro dari arah Jetak. (Lis/Red)







