SuaraBojonegoro.com – Upaya memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Tak ingin warga kesulitan akibat persoalan data kependudukan, petugas kecamatan turun langsung ke desa-desa untuk melakukan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Aksi jemput bola tersebut mulai dilakukan di Desa Pojok, Kecamatan Purwosari, Rabu (2/9/2026). Petugas operator administrasi kependudukan (adminduk) Kecamatan Purwosari bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan perangkat desa mendampingi warga dalam proses pendaftaran IKD.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 50 calon penerima bantuan sosial berhasil mendaftarkan IKD. Sebagian besar warga yang mengikuti layanan tersebut merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
Camat Purwosari, Ike Widiyaningrum, mengatakan layanan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen Kecamatan Purwosari dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait digitalisasi data penerima bantuan sosial.
Menurutnya, kepemilikan IKD perlu mendapat pendampingan, terutama bagi warga yang belum terbiasa dengan layanan digital. Karena itu, pihak kecamatan memilih turun langsung ke desa agar proses pendaftaran tidak menjadi kendala bagi calon penerima bantuan.
“Kami sudah menjadwalkan seluruh desa di Kecamatan Purwosari akan dikunjungi. Bagi warga yang belum atau tidak memiliki smartphone, pendaftaran IKD tetap bisa diakses melalui anggota keluarga yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga,” ujar Ike.
Ia menambahkan, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk membantu memastikan data kependudukan masyarakat tetap valid dan terintegrasi dengan kebutuhan program perlindungan sosial.
Program jemput bola ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Pojok, Yudianto, mengapresiasi langkah cepat Kecamatan Purwosari yang langsung turun ke lapangan, khususnya untuk membantu warga lansia.
“Ini langkah cepat yang sangat membantu. Warga kami tidak perlu bingung lagi, dan yang terpenting saat bansos cair nanti, tidak ada lagi kendala akibat masalah data kependudukan,” kata Yudianto.
Dengan adanya pendampingan langsung hingga tingkat desa, warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan digital kini mendapat kemudahan untuk memiliki IKD.
Kecamatan Purwosari memastikan kegiatan serupa akan terus dilanjutkan ke seluruh desa sesuai jadwal. Integrasi data IKD dengan digitalisasi program perlindungan sosial diharapkan mampu mendukung penyaluran bansos yang lebih transparan, efektif, efisien, dan tepat sasaran. (Red/Lis)








