SuaraBojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berkomitmen mempercantik wajah kota sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui rencana penambahan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di kawasan perkotaan.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran terkait turun langsung mengkaji paparan draft desain kedua RTH tersebut pada Senin (31/8/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, mengungkapkan bahwa dua RTH baru yang sedang disiapkan adalah Taman Migas dan Taman Halte.
“Taman Migas memiliki luas 1.031 m² dengan konsep RTH penunjang menuju arah bundaran air mancur Jetak,” terang Luluk, Selasa (1/9/2026).
Luluk menjelaskan detail karakteristik dan fasilitas dari masing-masing taman tersebut yaitu Taman Migas (Jl. HOS Cokroaminoto, Madean, Jetak) yang Dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang dilengkapi area komunal, sarana olahraga outdoor, area duduk santai, toilet umum, serta fasilitas lahan parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kemudian, Taman Halte (Jl. Jaksa Agung Suprapto, Karangpacar), Mengusung lahan seluas 851 m² yang dirancang khusus sebagai kawasan ramah keluarga, lengkap dengan fasilitas playground untuk anak-anak.
Pembangunan RTH ini ditujukan untuk menciptakan keseimbangan ekosistem perkotaan, mempercantik tata ruang, serta meningkatkan indeks kebahagiaan warga melalui ruang rekreasi yang murah, aman, dan nyaman.
Tak hanya berfokus di pusat kota, Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga telah membangun lima taman di wilayah perbatasan antarkabupaten, meliputi Taman Perbatasan Padangan – Cepu, Taman Perbatasan Margomulyo – Ngawi, Taman Perbatasan Gondang – Nganjuk, Taman Perbatasan Kedungadem – Lamongan, dan Taman Perbatasan Baureno – Babat
Kehadiran RTH di pusat kota maupun perbatasan ini diharapkan mampu memperluas kawasan hijau aktif serta mempertegas komitmen Bojonegoro menuju kota yang asri dan berkelanjutan. (Lis/Red)








