SuaraBojonegoro.com – Kelompok 05 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro melaksanakan survei lapangan di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, pada selasa (16/6/2026), sebagai langkah awal dalam penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi desa.
Kegiatan survei dilakukan melalui observasi lapangan serta wawancara dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa. Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Pak Supardi selaku kepala dusun setempat, yang memberikan penjelasan mengenai kondisi desa, potensi yang dimiliki, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Pak Supardi menjelaskan bahwa Desa Soko terdiri dari enam dusun yang wilayahnya saling dibatasi oleh kawasan hutan. Namun, saat ini hanya terdapat lima dusun yang masih aktif. Selain itu, Desa Soko memiliki jumlah penduduk sekitar 960 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah desa.
Berdasarkan hasil survei, Desa Soko memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian, UMKM, peternakan, serta wisata alam dan budaya. Komoditas pertanian unggulan yang dikembangkan masyarakat antara lain jagung, padi, porang, bawang merah, cabai, serta tanaman buah seperti alpukat, dan kelengkeng. Selain itu, terdapat UMKM mebel kayu, usaha roti, dan makanan ringan yang menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
Menurut Pak Supardi, Desa Soko juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan, seperti Goa Bale, Goa Lowo,Goa Putri, Goa Susu, Goa Gondel, dan Goa Gogor atau sering disebut oleh masyarakat Goa Macan, serta kawasan sumber mata air Ubalan yang selama ini menjadi sumber kebutuhan air bagi beberapa dusun. Selain potensi alam, masyarakat masih melestarikan tradisi sedekah bumi, manganan, dan kesenian wayang krucil sebagai bagian dari identitas budaya desa.
Namun demikian, survei juga menemukan sejumlah permasalahan yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya pengelolaan sampah yang belum didukung Tempat Penampungan Sementara (TPS), keterbatasan pemasaran produk UMKM, serta kerentanan wilayah terhadap banjir dan tanah longsor.
Hasil survei ini akan menjadi dasar bagi Kelompok 05 dalam menyusun program kerja KKN-TK yang diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi desa sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Soko. (Lis/Red)








