Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab yang menjadi pedoman Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro akan digelar di 87 titik yang tersebar di berbagai wilayah.
“Untuk pelaksanaan Shalat Idulfitri Muhammadiyah ada di 87 titik se-Kabupaten Bojonegoro. Sementara untuk pusat kota akan dilaksanakan di halaman Masjid At-Taqwa Bojonegoro,” ujar Sholikin jamik. Senin (16/3/2026)
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal 1 Syawal dengan pihak lain. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang sangat mungkin terjadi dan harus disikapi dengan bijak oleh umat Islam.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga makna kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan.
“Kebersamaan yang sesungguhnya adalah persatuan. Bukan berarti memaksa orang lain untuk mengikuti pilihan kita, lalu menganggap mereka yang berbeda sebagai pihak yang salah,” jelasnya.
Sholikin menambahkan bahwa kebersamaan sejati terletak pada kesamaan niat umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT, meskipun waktu pelaksanaan hari raya bisa saja berbeda.
Menurutnya, jika ada tetangga atau saudara yang merayakan Idulfitri pada hari yang berbeda, hal tersebut tidak akan mengurangi nilai ibadah masing-masing.
“Yang terpenting adalah kita memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim,” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi bulan Syawal tidak hanya sebatas perayaan, tetapi juga momentum untuk menahan diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.
“Fokus utama kita adalah makna Syawal, yaitu menahan diri, berbagi, dan meningkatkan ketaatan sebagai wujud kemenangan keyakinan hati masing-masing individu maupun komunitasnya,” tutupnya. (Rif/Red)








