Mobil Hilux Tabrak Seorang Pengendara Vario Saat Menyeberang Jalan Nasional Bojonegoro, Pembonceng Meninggal Dunia

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com​ – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur padat Bojonegoro-Cepu. Sebuah sepeda motor Honda Vario yang nekat menyeberang jalan dihantam oleh kendaraan Toyota Hilux di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu, tepatnya di wilayah Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
​Akibat benturan keras tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Dari data yang dihimpun awak media SuaraBojonegoro.com di Unit Gakum Sat Lantas Polres Bojonegoro, menerangkan bahwa ​Korban meninggal dunia diketahui bernama ​Lilik Sulistyana (53), warga Desa Sudu RT 01/01, Kecamatan Gayam. Korban berstatus sebagai pembonceng sepeda motor Honda Vario S-3766-AB.

Baca Juga:  Sebuah Truk Muatan Pupuk Alami Kecelakaan di Jalan Raya Bojonegoro-Ngawi

Adapun ​Korban luka ringan (LR) adalah pengendara motor:
​Sulis Wahyufi (35), warga Desa Sudu RT 01/01, Kecamatan Gayam.

“Korban dilarikan ke PKU Muhammadiyah Kalitidu untuk perawatan intensif,” Kata Ipda Septian selaku Kanit Gakum, Kamis (13/11/2025).

​Sementara itu, pengemudi kendaraan Toyota Hilux B-9080-TBD, Wahyu Purnama (21), seorang swasta asal Desa Jangur, Kecamatan Senori, Tuban, dilaporkan selamat dan telah diamankan untuk dimintai keterangan.

Masih menurut Ipda Septian, ​berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden bermula ketika kendaraan Toyota Hilux yang dikemudikan Wahyu Purnama melaju kencang dari arah timur (Bojonegoro) menuju barat (Cepu).
​Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petaka tak terhindarkan.

​Dari sisi jalan sebelah selatan, secara bersamaan muncul sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Sulis Wahyufi berboncengan dengan Lilik Sulistyana. Motor tersebut bermaksud menyeberang jalan ke arah utara.

Baca Juga:  Pengendara Sepeda Listrik Tergelincir, Lalu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Truk di Sukosewu

​”Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” ungkap Septian.

​Kerasnya benturan menyebabkan kedua korban pengendara Vario terpental. Lilik Sulistyana meninggal dunia seketika di lokasi, sementara Sulis Wahyufi mengalami luka dan segera dievakuasi warga ke rumah sakit terdekat.

​Akibat kejadian ini, kerugian material (Kermat) ditaksir mencapai Rp 2.000.000, meliputi kerusakan pada kedua kendaraan. Kasus kecelakaan ini kini ditangani lebih lanjut oleh unit Laka Lantas setempat. (Why/Red)