SuaraBojonegoro.com – Senyum lebar dan suasana penuh syukur mewarnai area persawahan Kecamatan Sumberejo pada Selasa (28/10). Gabungan Kelompok Petani Pemakai Air (HIPPA) Tirto Mulyo menggelar Tasyakuran Panen Raya Musim Tanam ke-3 (MT-3), sebuah perayaan atas sukses panen melimpah yang menantang di akhir musim kemarau. Selasa (27/10/2025).
Keberhasilan melaksanakan MT-3, musim tanam tambahan setelah dua musim utama, menegaskan ketahanan pangan lokal. Namun, momentum ini juga dijadikan ajang penting untuk memperkuat sinergi dan menyampaikan pesan krusial dari pemerintah daerah.
Prioritas Pertanian dan Peringatan Keras Bupati
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan semangat pantang menyerah para petani. Ia menegaskan kembali komitmen Pemkab Bojonegoro menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan.
Meski demikian, Bupati juga memberikan peringatan penting terkait keberlanjutan. Ia menyoroti perlunya perubahan mindset di kalangan petani.
”Kita tahu bahwa pertanian menjadi salah satu prioritas program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Namun yang juga perlu kita jaga adalah mindset petani. Setelah digunakan secara intensif, lahan pertanian juga membutuhkan waktu untuk beristirahat,” tegas Bupati Setyo Wahono.
Pernyataan ini menekankan bahwa produktivitas tinggi tidak boleh mengorbankan masa depan lahan. Bupati mendorong perhatian serius pada perbaikan lahan, kualitas bibit, serta tata kelola lahan dan air.
Air dan Pupuk: Kunci Keberhasilan yang Harus Dijaga
Lebih lanjut, Setyo Wahono menggarisbawahi dua faktor kunci yang menentukan sukses atau gagalnya pertanian: air dan pupuk.
Dua elemen vital ini, menurutnya, harus dikelola dengan sangat bijak. Tujuannya bukan hanya untuk hasil panen yang optimal saat ini, tetapi juga untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap lestari di masa mendatang.
Melalui kegiatan tasyakuran yang penuh kebersamaan ini, Bupati berharap petani di Bojonegoro akan terus berinovasi dan solid bersinergi dengan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem pertanian Bojonegoro.
Perubahan Utama yang Dilakukan:
- Judul (Headline): Dibuat lebih bombastis dan langsung menonjolkan konflik/isu (panen melimpah vs peringatan “istirahat” lahan).
- Lead (Paragraf Pembuka): Lebih dramatis, fokus pada suasana dan tantangan end-of-season (akhir musim kemarau) yang berhasil diatasi.
- Sub-Judul: Digunakan untuk memecah teks dan menonjolkan poin-poin penting sambutan Bupati.
- Penekanan Kutipan: Kutipan Bupati di-blok (blockquote) dan dibold (bold) untuk menarik perhatian pada pesan utamanya (perubahan mindset dan istirahat lahan).
- Penguatan Isu: Kata kunci seperti Prioritas Utama, Mindset, Perbaikan Lahan, Air, dan Pupuk di-bold untuk memandu pembaca pada inti berita. (Lis/Red)








