SuaraBojonegoro.com – Grebeg Suro adalah salah satu upacara adat yang kaya akan sejarah dan makna spiritual, khususnya di wilayah Jawa Timur, dengan Kabupaten Bojonegoro Tepatnya di Desa Sambongrejo kecamatan Gondang. Dengan adanya kegiatan ini tak luput dari para mahasiswa Unigoro Yang sedang melakukan KKN-TK untuk hadir dan terlibat guna mendukung agenda di Desa Sambongrejo tersebut, Kamis (17/7/2025).
Menurut kepala desa Sambongrejo, Eko Prasetyono bahwa Kegiatan ini rutin dilakukan dibulan muharram bertepatan dihari jum’at legi dan sudah berjalan selama 11 tahun dan tahun ini berlangsung lebih semarak dari yang biasanya. Namun, kehadiran mahasiswa Unigoro (Universitas Bojonegoro) KKN TK (Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif) memberikan warna baru, dengan memberikan dukungan dan partisipasi.
Upacara ini tidak hanya sekadar perayaan tahun baru Islam (1 Muharram), tetapi juga representasi dari akulturasi budaya, kepercayaan lokal, dan penghormatan terhadap leluhur yang telah lama mengakar dalam masyarakat Jawa.
“kegiatan ini berlangsung pada tanggal 11-17 juli diadakan dimulai dari festival tari kreasi gugur gunung tingkat pelajar dan umum, Festival Umkm produk desa sambongrejo serta puncak acara yaitu grebeg suro dimana ada kirab pusaka, jamasan, kirab tumpeng hingga pergelaran istana Campursari,” terang Kades.
Awal mula kegiatan grebeg suro ini dulunya banyak penduduk yang melaksanakan kenduri dimasing-masing pertigaan jalan, karena takut terbawa sirik kemudian pihak desa mengkoordinir kegiatan tersebut agar lebih efisien, tepat ditahun ke 3 ada utusan dari keraton Solo meneliti, kemudian ditahun ke 4 kepala desa Sambongrejo, Eko Prasetyono S.sos diundang di keraton Solo kemudian diakui abdi dalem keraton solo sebagai bupati anom dengan nama Eko prasetyo Rekso Budoyo.
Ditahun ke 4 karena berbekal dari pengakuan keraton Solo, akhirnya oleh bupati Bojonegoro waktu itu Suyoto diberikan perhargaan budayawan dari Bojonegoro.
Dampak dari grebeg suro sendiri warga menjadi guyup rukun, karena pelaksanaan kegiatan ini seluruh elemen penduduk desa Sambongrejo rejo ikut terlibat diacara kirab, kemudian UMKM desa juga ikut bergerak karena banyak yang jualan serta budaya tetap dilestarikan.
Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi positif antara akademisi, perangkat desa, dan masyarakat dalam kegiatan budaya.
Kepala Desa Sambongrejo menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan mahasiswa Unigoro yang menjalankan KKN-TK di Desanya dan berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut di masa mendatang sebagai desa budaya dan wisata. (Lis/Red)








