57 Tim Adu Inovasi di LASABO 2026, Wabup Nurul Azizah Dorong Lahirnya Generasi Emas Bojonegoro

SuaraBojonegoro.com – Sebanyak 57 tim yang terdiri dari dua siswa dan satu guru beradu kreativitas dan inovasi dalam ajang Lomba Sains Anak Kabupaten Bojonegoro (LASABO) Tahun 2026. Kompetisi yang diikuti pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (4/11/2026).

 

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, serta bersinergi bersama Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro dan malawapati.com.

 

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi antusiasme para siswa dan guru yang telah mewakili lembaga pendidikan masing-masing untuk mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, keberanian tampil dan berkompetisi menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan bermental juara.

 

“Semuanya punya semangat untuk menjadi juara hari ini, atau kalah?” tanya Nurul Azizah kepada peserta yang kemudian serentak menjawab ingin menjadi juara.

 

Ia menilai, semangat tersebut menunjukkan keberanian anak-anak dalam menghadapi tantangan sekaligus menjadi bukti tumbuhnya mental pejuang sejak dini. Melalui kegiatan seperti LASABO, siswa didorong mengembangkan rasa ingin tahu, daya kritis, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), serta kerja sama.

 

“Anak-anak di sini pemberani tampil berkompetisi. Mereka telah memiliki rasa ingin tahu, daya kritis, kemampuan problem solving, dan kerja sama. Event robotik ini menjadi salah satu jawabannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Bojonegoro: Satgas Covid & Dinkes Harus Transparan Data Covid 

 

Nurul Azizah juga mengaku bangga melihat kemampuan peserta dalam menguasai teknologi dan menuangkan imajinasi menjadi karya nyata. Ia berharap para peserta terus bersemangat, berani mencoba, serta mampu menemukan solusi melalui inovasi yang dikembangkan.

 

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, khususnya generasi muda Bojonegoro yang unggul dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

 

Sementara itu, Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo, menjelaskan LASABO 2026 mengangkat tema “Kelangsungan Kehidupan”. Dalam kompetisi ini, para peserta mempresentasikan beragam karya dan prototipe inovasi, baik yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) maupun yang menggunakan sistem analog.

 

Berbagai karya tersebut menunjukkan bahwa pelajar Bojonegoro memiliki potensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi solusi atas persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

“LASABO Tahun 2026 dirancang sebagai ruang inkubasi awal bagi generasi muda Bojonegoro untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki karakter kolaboratif dan bertanggung jawab,” ungkap Dilli.

Baca Juga:  Inilah Harapan Mas Wawan di Hari Jadi Bojonegoro ke-343

 

Melalui kompetisi ini, BRIDA berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu memahami perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang mengikuti LASABO 2026. Ia menyebut target jumlah peserta dalam kegiatan tersebut telah terpenuhi.

 

Menurutnya, kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengasah keterampilan proses sains, mulai dari mengamati, merakit, menguji, mengukur, hingga menyimpulkan. Selain itu, siswa juga dilatih mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah melalui pemanfaatan alat serta bahan secara efektif.

 

LASABO 2026 pun dihadirkan sebagai ajang belajar sambil bermain yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengembangkan ide dan menghasilkan karya inovatif.

 

Anwar berharap kegiatan ini menjadi salah satu wadah strategis dalam menyiapkan Generasi Emas Bojonegoro. Terlebih, keterlibatan siswa tingkat SD/MI menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

 

Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi berpendidikan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap mengambil peran dan memberikan kontribusi bagi masyarakat pada masa mendatang. (Lis/Red)