Reporter : Putut Sugiarto
SuaraBojonegoro.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni langsungkan Workshop dengan tema “Penerapan Prinsip Kesehatan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengaruhnya Rerhadap Lingkungan”, di Griya MCM jalan Pemuda Bojonegoro, Minggu (10/11/2024)
Dihadiri Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mulyo Tentrem, serta Ketua DPC Demokrat Sukur Priyanto sebagai narasumber, dan Muchlasin Afan. SH.,MH.
Sri Wahyuni menyampaikan banyak terima kasih serta dukungannya pada masyarakat Bojonegoro-Tuban yang telah memilihnya. dirinya menjelaskan mengapa memilih tema tersebut, karena latar belakang Sri Wahyuni yang merupakan perawat disalah satu rumah sakit di Bojonegoro Jawa Timur, sebelum dirinya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Kami memilih tema kesehatan karena latar belakang kami, yang berkecimung di dunia kesehatan sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi,” ungkapnya.
Selain itu, Sri Wahyuni juga menambahkan dia telah banyak melakukan kegiatan seperti workshop, seminar selama dirinya menjabat menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur hal itu dilakukan untuk menampung aspirasi masyarakat.
“Kami sudah berjuang dibeberapa dapil, seperti di dapil 5, dapil 4, dapil 3 dan dapil 1, sehingga kita bisa tahu apa yg dibutuhkan masyarakat, ” pungkasnya.
Ditempat yang sama Anggota DPRD Bojonegoro Dapil 2 Sukur Priyanto, sekaligus merangkap sebagai Ketua DPC Demokrat Bojonegoro selaku Narasumber saat sambutannya mengatakan workshop ini bisa menjadi ajang salah satu untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi antara wakil rakyat yang sudah terpilih, dan terpilihnya Sri Wahyuni sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk pertama kalinya bisa menjadi berkah serta keuntungan bersama agar semua permasalahan di dapil kususnya Bojonegoro bisa terbantu.
Sukur Priyanto juga menambahkan jika pemerintah daerah sudah menganggarkan dana kesehatan untuk masyarakat Bojonegoro, jadi dengan kata lain seluruhnya masyarakat Bojonegoro yang sakit dan berobat jalan, sebenarnya biaya pengobatan tidak gratis tapi melalui Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan (BPJS) semua biaya digratiskan, pembayaran BPJS dibayarkan pemerintah setiap tahunnya, seperti tahun ini sekitar 200 miliar lebih anggaran pemerintah daerah yang disisihkan untuk membayar premi atau kebutuhan BPJS masyarakat Bojonegoro.
“Dari pelosok timur hingga barat, semuanya ditanggung BPJS,” pungkasnya.
Oleh karena itu, tugas kita tinggal mengkontrol dan melihat sampai sejauh mana titik-titik kesejahteraan pro terhadap kondisi masyarakat, karena masih banyak sekali fasilitas kesehatan yang ada baik dari pelayanan, fasilitas yang perlu diperhatiannya. (Put/Red)







