Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat semangat kebersamaan serta mempercepat pembangunan yang berpihak pada rakyat. Senin (20/10/2025).
Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, mengatakan bahwa HJB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan bagi semua pihak untuk merefleksikan perjalanan panjang Bojonegoro dan meneguhkan arah pembangunan ke depan.
“HJB 348 bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun Bojonegoro yang lebih maju dan berbudaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, legislator asal daerah pemilihan Bojonegoro–Tuban itu menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, Bojonegoro memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang harus dijaga agar tidak hilang oleh arus modernisasi.
“Budaya adalah jati diri daerah. Nilai-nilai luhur dari para pendahulu harus menjadi dasar setiap langkah pembangunan,” tegasnya.
Selain itu, perempuan yang juga istri dari Kepala Desa di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini mengapresiasi berbagai kegiatan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJB ke-348, seperti ziarah ke makam leluhur, pengambilan api abadi dari Kahyangan Api, serta doa bersama di seluruh desa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga simbol persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Bojonegoro.
“Momentum HJB ini semoga menjadi titik tolak untuk memperkuat identitas Bojonegoro sebagai daerah yang kaya budaya dan berdaya saing tinggi. Pemerintah Provinsi melalui DPRD Jatim akan terus mendukung langkah-langkah strategis dalam memperkuat pembangunan berbasis budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya. (Lis/why)








