Wabup Dukung Penguatan Kader LKP3A dan Pengurus Advokasi Fatayat NU Bojonegoro

SuaraBojonegoro.com – Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah mendukung penguatan kapasitas kader LKP3A dan pengurus Bidang Hukum, Politik dan Advokasi PC Fatayat NU Bojonegoro dalam perlindungan, advokasi dan pendampingan perempuan serta anak berbasis komunitas.

 

Dukungan itu disampaikan saat menghadiri Capacity Building bertema “Penguatan Kapasitas Kader dalam Perlindungan, Advokasi dan Pendampingan Perempuan dan Anak Berbasis Komunitas” di Gedung PCNU Bojonegoro, Sabtu (15/8/2026).

 

Kegiatan yang diinisiasi dan dilaksanakan LKP3A bersama Bidang Hukum, Politik dan Advokasi PC Fatayat NU Bojonegoro tersebut diikuti 51 peserta dari 28 PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bojonegoro.

 

Wabup Hj. Nurul Azizah mengatakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap mendukung pengembangan kapasitas kader Fatayat NU, khususnya dalam bidang perlindungan dan advokasi perempuan serta anak.

 

“Jika Fatayat butuh pengembangan silakan matur ke Mbak Win, nanti disampaikan ke Pemkab,” ujarnya.

 

Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Rutin Winarsih, S.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas kader. Menurutnya, LKP3A di Bojonegoro masih tergolong baru sehingga membutuhkan penguatan dan pembekalan agar mampu menjalankan pendampingan di masyarakat.

 

Wakil Ketua I PC Fatayat NU Bojonegoro, Dr. Ir. Hj. Nova Nevila Rodhi, selaku steering committee (SC) kegiatan, mengatakan capacity building menjadi langkah untuk menyiapkan kader dan pengurus agar mampu menjalankan kerja advokasi secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Masyarakat Bojonegoro Antusias Mengikuti Musyawarah Demi Air Bersih Berkelanjutan

 

“Kegiatan ini sebagai bentuk menyiapkan kader dan pengurus yang akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Akan ada tindak lanjut dan aksi di tingkat kecamatan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Indah Listyorini, M.HI., mengatakan kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan pengetahuan, tetapi dapat menjadi bekal bagi kader untuk melakukan pendampingan dan advokasi secara nyata di masyarakat.

 

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para kader tidak hanya memahami tugas dan peran LKP3A maupun bidang advokasi, tetapi juga memiliki keberanian, keterampilan, dan kepedulian untuk merespons persoalan perempuan dan anak di wilayah masing-masing. Kami ingin setiap PAC memiliki kader yang siap menjadi penggerak perlindungan dan pendampingan berbasis komunitas,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, keterlibatan 28 PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bojonegoro menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat kecamatan dan desa.

 

“Ini adalah langkah awal untuk membangun jejaring kader yang saling menguatkan. Ke depan, kami berharap ada tindak lanjut yang konkret di masing-masing kecamatan serta semakin kuatnya sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait,” tambahnya.

Baca Juga:  Ketua PW Fatayat NU Jatim: Sinergi Jadi Kekuatan Fatayat NU Bojonegoro

 

Selanjutnya, Dr. Fruri Stevani, Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Advokasi PC Fatayat NU Bojonegoro, menyampaikan materi mengenai peran Bidang Hukum, Politik dan Advokasi serta LKP3A. Ia menegaskan kedua unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menjalankan tugas.

 

“Bidang Hukum, Politik dan Advokasi dan LKP3A menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keduanya harus saling menguatkan dan berkolaborasi,” terangnya.

 

Materi berikutnya disampaikan Ning Dr. Laily Abida, Bendahara LKP3A PW Fatayat NU Jawa Timur, yang memberikan penguatan mengenai SOP LKP3A. Ia menekankan pentingnya prinsip kerahasiaan dan no judgement dalam proses pendampingan perempuan dan anak.

 

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kepala DP3AKB Bojonegoro, dr. Hernowo, memberikan materi terkait perlindungan perempuan dan anak serta pentingnya membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanganan persoalan di lapangan.

 

Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Bojonegoro menyiapkan kader LKP3A dan pengurus advokasi agar mampu menerapkan hasil pembekalan dalam kerja nyata. Tindak lanjut dan aksi di tingkat kecamatan akan menjadi bagian dari penguatan perlindungan, advokasi dan pendampingan perempuan serta anak berbasis komunitas. (Wan/Red)