Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Dugaan buruknya kualitas pembangunan jalan aspal di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati Bojonegoro bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jumat (27/02/2026), menyusul keluhan masyarakat atas kondisi jalan yang disebut sudah mengalami kerusakan meski belum lama selesai dikerjakan.
Dalam sidak tersebut, Atwar dari Tim Inspektorat Kabupaten Bojonegoro yang melakukan pengecekan teknis di lapangan menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Ternyata pengerjaan jalan aspal yang ada di Desa Ngampal memang tidak sesuai RAB. Di mana, beskos yang semestinya tebal 6 sentimeter dan aspal AC WC ternyata hanya terpasang ACWC dengan tebal 5 sentimeter,” ungkapnya.
Selain ketebalan yang berkurang, Inspektorat juga menemukan ketidaksesuaian pada struktur lapisan dasar jalan. Dalam RAB tercantum adanya Lapisan Pondasi Agregat (LPA), namun di lapangan ditemukan campuran tanah yang dinilai memengaruhi kualitas konstruksi.
“Tapi pada kenyataannya banyak campuran tanahnya. Dikarenakan kualitasnya tidak tercapai sehingga hasilnya tidak optimal. Kalau dilewati kendaraan, aspal bergerak dan dampaknya mudah rusak,” jelas Atwar.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan dokumen perencanaan, total ketebalan aspal seharusnya mencapai 10 sentimeter dengan jenis AC BC dan AC WC. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan realisasi hanya sekitar 5 sentimeter.
“Ketebalan aspal untuk jalan di Desa Ngampal yang mestinya 10 sentimeter dengan jenis AC BC dan AC WC, tapi hanya dikerjakan 5 sentimeter. Akhirnya seperti ini karena tidak sesuai dengan RAB,” tegasnya.
Secara data, Inspektorat menerima rincian ketebalan aspal yang terdiri dari dua lapisan, yakni 6 sentimeter dan 4 sentimeter. Pihaknya pun menyarankan Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa Ngampal untuk melakukan uji core drill ulang guna memastikan spesifikasi teknis. Namun hingga saat sidak berlangsung, uji tersebut belum dilakukan.
Di sisi lain, Ketua Timlak Desa Ngampal, Sungkowo, mengakui adanya ketidaksesuaian ketebalan aspal sebagaimana tercantum dalam RAB. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kepala Desa setelah pekerjaan pengaspalan selesai.
“Jadi kurang 5 sentimeter atau kurang separuh. Sebenarnya baru dikerjakan malamnya saja, paginya sudah kelihatan kalau kualitas aspalnya tidak sesuai. Selain itu juga sangat tipis. Saat itu Pak Kades Ngampal juga sudah langsung kami kabari,” papar Sungkowo di hadapan Wakil Bupati Bojonegoro.
Terkait pelaksanaan pekerjaan, Sungkowo menjelaskan bahwa Timlak menggandeng CV Winarni Saputra yang berasal dari Kabupaten Tuban dan pembayaran telah dilakukan secara penuh.
“Untuk aspalnya dari perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tuban. Dan sudah dibayarkan 100 persen,” tukasnya.
Sebagai informasi, pekerjaan jalan aspal tersebut merupakan program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro senilai Rp2.076.824.000 untuk pembangunan jalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar 4 meter. Lokasi kegiatan berada di ruas penghubung Dusun Barong dan Dusun Ngajen, Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo. (Red/Why)









