Usai Dievaluasi, Kantah Bojonegoro Gerak Cepat Salurkan 503 Sertipikat PTSL di Desa Tebon

SuaraBojonegoro.com – Gerak cepat tanpa menunda-nunda terus ditunjukkan oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bojonegoro dalam menuntaskan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kali ini, giliran ratusan warga Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro yang tersenyum lega setelah menerima 503 sertipikat hak atas tanah mereka pada Rabu (01/07/2026).

Menariknya, penyerahan massal ini merupakan buah manis dari langkah taktis monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penyelesaian PTSL yang sebelumnya digencarkan oleh internal Kantah Bojonegoro.

Evaluasi ketat tersebut terbukti ampuh memangkas sumbatan birokrasi, sehingga proses penyelesaian administrasi pertanahan yang selama ini dinanti warga bisa dituntaskan jauh lebih cepat dan langsung dirasakan manfaatnya.

Benteng Hukum dan Modal Kesejahteraan

Baca Juga:  Puluhan Sertifikat Diduga Palsu, Warga Tembeling Kecamatan Kasiman Lapor Polisi

Penyerahan 503 sertipikat ini merupakan wujud komitmen konkret Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memberikan kepastian hukum mutlak atas kepemilikan tanah masyarakat di tingkat desa.

Dengan mengantongi dokumen legal yang sah ini, warga Desa Tebon kini memiliki benteng hukum yang kuat untuk meminimalisir potensi konflik atau sengketa batas tanah di kemudian hari. Selain aspek keamanan, legalitas sertipikat ini otomatis memberikan nilai tambah ekonomi yang dapat dijadikan pendorong kesejahteraan keluarga melalui akses modal usaha yang resmi.

Pihak Kantah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendurkan standar kerja. Pengawasan berkala akan terus dilakukan di desa-desa target lainnya guna memastikan seluruh rangkaian Program PTSL Tahun 2026 berjalan tepat waktu, berkualitas, dan bersih.

Baca Juga:  Adanya Dugaan Sertifikat Palsu di Masyarakat, BPN Bojonegoro Lakukan Investigasi

Melalui kerja nyata yang profesional dan transparan ini, Kantah Bojonegoro optimistis target besar PTSL 2026 dapat tercapai secara optimal sekaligus mewujudkan tertib administrasi pertanahan yang merata di Bumi Angling Dharma. (Lis)