Tebing Sungai Tidu di Tengger Longsor, Tiga Rumah Warga Terdampak

SuaraBojonegoro.com – Tebing Sungai Tidu di Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, mengalami longsor. Peristiwa yang terjadi sejak Januari 2024 tersebut kembali dilakukan asesmen oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pada Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan hasil asesmen BPBD Bojonegoro bersama Pemerintah Desa Tengger dan Satpol PP, longsoran terjadi akibat naik turunnya debit air sungai yang menyebabkan tebing mengalami longsor.

Kalaksa BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan longsoran tebing Sungai Tidu memiliki panjang sekitar 80 meter, lebar 8 meter, dan kedalaman mencapai 10 meter.

“Dari hasil asesmen, tebing Sungai Tidu yang mengalami longsor memiliki panjang kurang lebih 80 meter, lebar 8 meter dan kedalaman sekitar 10 meter,” ujar Heru Wicaksi.

Baca Juga:  Warga Sukorejo Diresahkan Adanya Ular Piton Sepanjang 3 Meter

Longsoran tersebut berdampak pada tiga rumah warga yang berada di Desa Tengger RT 08/RW 04. Ketiga warga yang rumahnya terdampak masing-masing Saroh (48), Ulin Uha (30), dan Latin (40).

Meski demikian, hingga dilakukan asesmen, ketiga rumah warga tersebut masih dalam kondisi dihuni. BPBD bersama pemerintah desa melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi untuk mengantisipasi dampak longsor yang lebih luas.

Heru menjelaskan, BPBD menerima informasi dari Pemerintah Desa Tengger pada pukul 09.40 WIB. Enam menit kemudian, personel BPBD diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.15 WIB untuk melakukan asesmen bersama perangkat desa dan Satpol PP.

“Personel kemudian melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa terkait kondisi di lokasi serta kebutuhan penanganan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kecamatan Yang Kekurangan Air Bersih Sudah Di Droping

Dalam koordinasi tersebut, Pemerintah Desa Tengger mengajukan bantuan berupa 100 lembar sesek, lima lembar terpal, dan 100 lembar sak. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk penanganan awal dan mengurangi risiko dampak longsoran terhadap lingkungan maupun rumah warga.

BPBD Bojonegoro mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi agar tetap waspada, terutama ketika terjadi peningkatan debit air sungai maupun hujan dengan intensitas tinggi.

Pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa akan terus dilakukan guna memastikan kondisi tebing dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi tetap aman. (Lis/Red)