Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BULOG berhasil menembus angka 5 juta ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jendetoral TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos, SH. M.Han saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sidak ke Gudang Filial BULOG Cabang Karawang menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Alhamdulillah stok beras yang ada di gudang BULOG menembus angka 5.000.198 ton. Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Di Bojonegoro, stok beras yang tersimpan di gudang mencapai 79.000 ton. Ditambah stok minyak goreng sebesar 784.000 liter. Hal ini mengakibatkan seluruh gudang di Kantor Cabang Bojonegoro penuh sehingga mengharuskan sewa gudang demi menampung penyerapan gabah petani yang masih terus berjalan.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Bojonegoro Umar Said menyatakan sampai saat ini BULOG Bojonegoro masih terus melakukan penyerapan gabah ke petani.
“Jumlah penyerapan gabah per hari ini kurang lebih sebanyak 82.000 ton atau jika setara beras kurang lebih sebanyak 42.000 ton,”ujarnya.
Dengan masih berjalannya penyerapan beras petani, otomatis BULOG Bojonegoro membutuhkan tambahan gudang untuk menyimpan komoditi beras dan lainnya. Adapun stok beras yang saat ini tersimpan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Kantor Cabang Bojonegoro (Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban) selama 8 bulan. Artinya pangan pokok masyarakat terjamin ketersediannya selama 8 bulan kedepan. (Rif/Red)








