Reporter: Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – SMK Negeri 1 Bojonegoro menjalin kerja sama dengan SLB Negeri Sumbang Bojonegoro melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka pengembangan program pendidikan inklusi. Kerja sama tersebut difokuskan pada pelatihan vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus, khususnya di bidang tata boga, tata busana serta perhotelan. Senin (09/03/2026)
Kepala SMK Negeri 1 Bojonegoro, Roedie Agus Setiyoono, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada siswa berkebutuhan khusus agar memiliki bekal hidup yang lebih mandiri di masa depan.
“Alhamdulillah kami bisa bekerja sama dengan SLB Negeri Sumbang. Anak-anak berkebutuhan khusus memang membutuhkan keterampilan. Harapannya kerja sama ini bisa terus berjalan,” ujar Roedie.
Kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada dua lembaga pendidikan, tetapi juga dapat diikuti oleh sekolah luar biasa lainnya agar lebih banyak siswa berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan vokasional.
“Semoga kerja sama ini juga bisa diikuti oleh SLB lainnya, sehingga para siswa berkebutuhan khusus memiliki kecakapan sebagai bekal hidup mereka nanti,” tambahnya.
Untuk pelaksanaan praktik pelatihan bagi para siswa direncanakan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Penjadwalan tersebut dilakukan agar seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang.
Menurutnya, sejumlah hal perlu dipersiapkan secara detail, mulai dari koordinasi antar lembaga, kesiapan peralatan praktik, hingga penyediaan tenaga ahli yang akan mendampingi para siswa selama proses pelatihan berlangsung.
“Pelaksanaannya nanti setelah Lebaran, karena membutuhkan koordinasi yang matang. Selain itu juga perlu menyiapkan peralatan praktik serta tenaga ahli yang akan mendampingi kegiatan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Sumbang Bojonegoro, Muslihati, mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Bojonegoro karena dinilai memiliki kapasitas dalam pengembangan pendidikan vokasi yang terstandar.
Menurutnya, melalui MoU tersebut siswa SLB dapat memperoleh akses pelatihan vokasi yang memiliki standar industri, sehingga keterampilan yang diperoleh lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, SMKN 1 Bojonegoro juga memiliki jaringan kemitraan yang luas dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang magang bagi siswa SLB.
“Melalui kerja sama ini, siswa kami bisa mendapatkan akses pelatihan vokasi berstandar industri. Selain itu, SMKN 1 Bojonegoro memiliki jaringan kemitraan yang luas dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga dapat membuka peluang magang bahkan peluang kerja bagi lulusan SLB yang memiliki kemampuan memadai,” ungkap Muslihati.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan inklusif sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan. (Why/red)









