Semarak Cultural Activity Warnai Hari Ketiga ASMOPSS ke-15 di Bojonegoro

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Kegiatan cultural activity mewarnai pelaksanaan hari ketiga Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) ke-15 yang digelar di SDN Dolokgede dan Lapangan GOR Dolokgede, Desa Dolokgede, Kecamatan Purwosari, Kamis (13/11/2025).

Peserta dari enam negara larut dalam kemeriahan kegiatan yang menampilkan beragam permainan dan olahraga tradisional khas Indonesia. Suasana keceriaan tampak di setiap arena lomba, mulai dari permainan jemparing, bakiak, egrang, dakon, hingga pertandingan bulu tangkis dan renang.

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anang Budiantara, menjelaskan bahwa pada hari ketiga ini seluruh delegasi mengikuti tes praktis sains dan matematika, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan budaya di SDN Dolokgede dan GOR Dolokgede.

Baca Juga:  Peserta ASMOPSS Kunjungi Geopark Khayangan Api di Hari Kedua

“Ini ASMOPSS ke-15, dan kami bangga bisa menjadi tuan rumah. Tahun depan ASMOPSS akan diadakan di Thailand,” ujarnya.

Sambutan hangat masyarakat Bojonegoro dan penampilan Tari Gandrung turut menambah semarak kegiatan. Salah satu orang tua peserta asal Thailand, Napasita, mengaku terkesan dengan suasana Bojonegoro yang sejuk dan ramah.

“This is the third time I’m in Indonesia. Two years ago, I went to Bangka Belitung, last year to Banyuwangi. In Bojonegoro, the weather is good, I love the food, and the people are very kind. Especially today, the children are very cute and energetic. The show (Tari Gandrung) is very fabulous,” katanya.

Sementara itu, Anam Wahyudi, siswa SMP Negeri 2 Bojonegoro yang mewakili Indonesia, merasa bangga bisa berpartisipasi dalam ajang internasional ini.

Baca Juga:  Peserta ASMOPSS Kunjungi Geopark Khayangan Api di Hari Kedua

“Ini seru sekali dan membuat saya mendapatkan pengalaman baru. Setelah ini saya akan ikut permainan tradisional,” ujarnya.

Kepala SDN Dolokgede, Mulyani, juga mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolah yang dipimpinnya terpilih menjadi tuan rumah untuk ajang internasional.

“Ini pengalaman perdana yang luar biasa, apalagi menjadi tuan rumah bagi peserta dari enam negara,” tandasnya.

Melalui cultural activity ini, para peserta tidak hanya berkompetisi dalam bidang sains dan matematika, tetapi juga berkesempatan mengenal dan merasakan langsung kekayaan budaya Indonesia. Semangat kebersamaan dan keceriaan tampak menjadi bahasa universal yang menyatukan seluruh delegasi ASMOPSS di Bojonegoro. (Lis/why)