Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bojonegoro kembali menorehkan berbagai prestasi membanggakan di sejumlah ajang kompetisi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Dalam kurun waktu awal tahun 2026, para siswa berhasil meraih juara di berbagai lomba, mulai dari festival keagamaan, olahraga, hingga kompetisi intelektual seperti catur. Selasa (07/04/2026)
Pada ajang Festival Tahfidz Qur’an Radar Bojonegoro 2026, Arifa berhasil meraih Juara I Kategori A, sementara Syifa meraih Juara II Kategori B.
Prestasi juga diraih di bidang olahraga bela diri. Yudhistira Padya Gangga (kelas VI E) sukses meraih Juara I dalam Kejurda INKANAS Piala Kapolda Jawa Timur pada kategori Kumite Under 45 Kg Pemula Putra.
Di bidang catur, Ahmad Rafii Nur Maulana (kelas IV A) meraih predikat Best Kelas IV dalam Bojonegoro Chess Competition kategori kelas IV- VI. Sementara itu, Sakha Wiratama A. (kelas IV B) meraih Juara I pada kategori yang sama, dan M. Azka Maulana (kelas II D) meraih Juara III pada kategori kelas I–III.
Tak hanya itu, Fazia Ayunda Mahardian (kelas VI D) juga menorehkan prestasi di Kejurprov I Woodball Jawa Timur 2026 dengan meraih Juara II kategori double stroke putri KU 12 dan Juara III kategori double fairways putri KU 12.
Di cabang olahraga sepak bola, Favian Falzaneti (kelas VI B) berhasil meraih Juara III pada ajang Bali 7s KU12 Cluster Diamond yang digelar di Bali.
Kepala Sekolah MIN 1 Bojonegoro, Murtadlon, S.Pd, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan serta dorongan kepada siswa untuk terus mengembangkan potensi diri.
Ia menuturkan bahwa pihak sekolah selalu menanamkan kepada siswa agar tidak mudah bosan dalam berlatih dan terus mengasah kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Kami selalu berpesan kepada anak-anak untuk tidak bosan berlatih sesuai potensi yang dimiliki, sehingga dapat meraih prestasi terbaik di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, namun juga keterampilan non akademik yang harus terus dikembangkan. Pentingnya peran guru dan pembina dalam mendampingi siswa, baik yang memiliki kendala maupun yang sudah berprestasi.
“Bidang non akademik juga harus selalu ditingkatkan, karena masa depan tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan akademik saja. Pendampingan itu penting, tidak hanya bagi siswa yang memiliki masalah, tetapi juga bagi mereka yang sudah berprestasi agar tetap terarah dan berkembang,” jelasnya.
Saat ini, MIN 1 Bojonegoro memiliki 22 kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan bakat siswa. Ke depan, sekolah juga berencana menambah kegiatan baru seperti robotik dan speaking bahasa Inggris guna meningkatkan kompetensi siswa di bidang teknologi dan komunikasi.
Dengan berbagai prestasi yang diraih tersebut, MIN 1 Bojonegoro berharap dapat terus mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Why/Red)








