Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Seorang remaja dilaporkan tenggelam dan hilang di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (23/06/2026) pagi. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Ahmad Alfa Roby Falahudin (18), seorang pemuda asal Desa Kuncen RT 04 RW 01, Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
“Kami menerima laporan awal dari pos Damkarmat sekitar pukul 07.40 WIB. Berdasarkan informasi tersebut, personel TRC BPBD langsung kami kerahkan menuju lokasi untuk melakukan tindakan kedaruratan,” ungkap Heru Wicaksi, Selasa (23/06/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Pemerintah Desa Kuncen, kejadian bermula saat korban bersama seorang rekannya pergi ke Bengawan Solo untuk berenang.
Namun nahas, saat berada di tengah aliran sungai yang melintasi kawasan Desa Betet RT 03 RW 01 Kecamatan Kasiman, korban diduga mengalami kehabisan napas dan kelelahan. Akibatnya, korban tidak mampu bertahan di permukaan dan langsung tenggelam terseret arus. Rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta pertolongan kepada warga dan pemerintah desa setempat.
Korban memiliki ciri-ciri fisik berkulit sawo matang, rambut hitam lurus, dan terakhir kali terlihat mengenakan celana training.
Heru Wicaksi menjelaskan bahwa tim penyelamat tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.40 WIB dan langsung mendirikan posko serta memulai proses pencarian. Guna memaksimalkan operasi penyelamatan, BPBD Bojonegoro berkoordinasi erat dengan berbagai instansi terkait.
“Saat ini operasi pencarian sedang berlangsung secara intensif. Kami membagi tim untuk menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet,” tambah Heru.
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, Basarnas, Satpol PP, personel TNI dan Polri, Pemerintah Desa setempat, serta dibantu oleh warga sekitar yang menguasai medan sungai.
Pihak BPBD juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat karakteristik arus sungai yang dinamis dan membahayakan bagi aktivitas berenang bebas. (Rif/Red)








