R.M.S. Dirdjoatmodjo: Pendiri Silat Perisai Diri yang Dianugerahi Gelar Pendekar Purna Utama

Oleh : Samsul Arifin

SuaraBojonegoro.com – Nama R.M.S. Dirdjoatmodjo dikenal luas sebagai pendiri perguruan silat Perisai Diri (PD). Sosoknya sederhana, bersahaja, namun memiliki keteguhan dan dedikasi luar biasa dalam mengembangkan seni bela diri khas Nusantara.

 

Atas jasanya yang besar dalam melestarikan dan mengajarkan ilmu bela diri Indonesia, beliau dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Pendekar Purna Utama. Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi tokoh yang telah mengabdikan hidupnya bagi dunia persilatan.

 

Dedikasi Seumur Hidup untuk Silat dan Nilai Kemanusiaan

 

Sejak muda, Dirdjoatmodjo menekuni berbagai aliran silat dan bela diri dari berbagai daerah dan negara. Ia kemudian merumuskan sistem latihan yang memadukan kekuatan fisik dan ketenangan batin, lahirlah Perisai Diri, sebuah perguruan silat yang menekankan keseimbangan antara bela diri dan budi diri.

Baca Juga:  Peraturan Baru Pertandingan Pencak Silat, Ini Persiapan IPSI Bojonegoro

 

“Silat bukan untuk menjatuhkan lawan,” ujarnya dalam salah satu wawancara. “Silat adalah cara untuk mengenal diri sendiri, mengendalikan amarah, dan menghormati sesama.”

 

Dengan filosofi tersebut, Perisai Diri berkembang pesat dan kini memiliki ribuan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Banyak muridnya kemudian menjadi pelatih, pendidik, dan tokoh masyarakat yang membawa semangat luhur gurunya.

 

Rendah Hati, Meski Bertabur Prestasi

 

Meski telah menerima penghargaan “Pendekar Purna Utama”, Dirdjoatmodjo tetap tampil rendah hati. Ia bahkan dikenal tidak pernah mengejar pengakuan atau bintang jasa.

 

Ketekunan dan ketulusannya membuat banyak pihak menganggapnya bukan sekadar pendekar, melainkan guru kehidupan. Sosok yang mengajarkan pentingnya kekuatan yang dibarengi dengan kebijaksanaan.

Baca Juga:  FKDM Bojonegoro Audensi Dengan Tokoh Pencak Silat, Gali Persoalan Adanya Komunitas

 

Warisan yang Tak Pernah Padam

 

R.M.S. Dirdjoatmodjo meninggal dunia pada tahun 1982, namun warisannya terus hidup. Setiap kali salam penghormatan dibuka dalam latihan Perisai Diri, semangatnya seolah hadir — mengingatkan bahwa seorang pendekar sejati bukan hanya menguasai jurus, tetapi juga menjaga hati.

 

Penghargaan Pendekar Purna Utama bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan simbol atas perjalanan panjang seorang tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk melestarikan jati diri bangsa melalui jalan silat.

 

“Pendekar sejati tidak berhenti berlatih meski usia menua. Ia tidak mencari nama, tetapi meninggalkan teladan,” demikian pesan abadi R.M.S. Dirdjoatmodjo — sang Pendekar Purna Utama yang menginspirasi lintas generasi. (Lis/Red)