Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi lingkungan, pengelolaan tembakau di Desa Sokowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, oleh PT Sata Tac Indonesia, hingga saat ini masih berbenah. Perwakilan manajemen PT Sata Tec, Nur Hidayat, melalui sambungan WhatsAppnya menjelaskan jika pihak perusahaan telah menaikan ketinggian cerobong asap dengan ketinggian 20 meter. Kamis (30/01/25).
“Sudah dinaikkan 20 meter,” katanya.
Selain itu dalam tahapannya PT Sata Tec Indonesia, telah melakukan pemberitahuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, saat melakukan uji coba cerobong asap. Nur Hidayat menegaskan, untuk uji coba cerobong akan dilakukan pada siang hari. Hal ini untuk memastikan tidak ada problem khususnya kepada anak sekolah setempat.
“Biar tidak jadi problem kita mulainya siang, ketika anak-anak sekolah sudah pulang,” ujarnya.
Dirinya mengaku, dari hasil uji coba baik trial Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan cerobong asap jauh lebih baik dari sebelumnya. Pasalnya pihak perusahaan telah menambah kapasitas.
“Rencana beroperasi lagi ketika, trial ini berjalan 3 Minggu. Kan tahapannya IPAL, cerobong. Nanti dilihat dampak-dampak lingkungan sudah reda apa tidak,” tegasnya.
Lebih jauh Nur Hidayat, menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya selalu berkomunikasi kepada pihak-pihak terkait untuk memastikan semua dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kita mentaati formalitas yang ada, normatif semuanya,” pungkasnya.
Dengan berdirinya PT. Sata Tac, lanjutnya, Nur Hidayat, berharap dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sedang tumbuh dan membutuhkan investasi. Oleh karenanya dalam hal ini PT Sata Tac Indonesia adalah perusahaan padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan mengurangi angka pengangguran.
“Bojonegoro punya sejarah menjadi salah satu Kota Tembakau terbaik, dan kehadiran PT Sata Tac Indonesia memberi semangat bagi petani tembakau untuk mengembalikan kedigdayaan petani yang dapat menopang secara ekonomi,” pungkasnya. (Bim/red).








