SuaraBojonegoro.com – Para petani dari 8 desa di Kecamatan Kalitidu dan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merayakan Hari Tani dengan konsep pertanian alami. Mereka menghadirkan pameran hasil tani, peragaan busana hasil panen, diskusi, hingga cerdas cermat petani. Suasana semakin meriah dengan kehadiran Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono di lokasi Agrowisata Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Ratusan petani menyambut kedatangan Bupati yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Zaenal Fanani. Nampak bersama rombongan, Camat Gayam dan Kalitidu, Kapolsek serta Danramil Kalitidu dan Gayam, Kepala Desa Sukoharjo dan Leran, perwakilan BMKG Stamet Tuban, IPB University Bogor, dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.
“Alhamdulillah kami bisa merayakan Hari Tani tahun ini dengan Bapak Bupati, kami jadi makin semangat,” ungkap petani asal Desa Sukoharjo yang juga menjadi ketua panitia, Indah Puspitasari kepada awak media pada Sabtu (10/10/2026).
Kemeriahan Hari Tani mulai terasa saat kelompok tani dari delapan desa saling beradu pengetahuan dalam cerdas cermat petani. Teriakan dukungan dan yel-yel menggemuruh dalam setiap pertanyaan juri. Peserta dan penonton tenggelam dalam suasana riuh pertanda kegembiraan dan keceriaan menyatu dalam kompetisi itu.
Saat cerdas cermat usai, petani mengajak Bupati ikut panen di kawasan agrowisata Desa Sukoharjo. Kepada Bupati, para petani Sekolah Lapang Pertanian menunjukkan hasil tani dengan menggunakan metode pertanian ekologis berbasis lingkungan. Mulai dari olah lahan yang alami, pupuk dan herbisida alami, hingga pemanfaatan limbah pertanian untuk kumbung jamur.
“Sebagai anak petani, saya faham bagaimana perlakuan yang baik terhadap lahan, dan ini luar biasa,” ucap Bupati Wahono dalam sambutannya di depan para petani.
Wahono mengaku akan selalu menyempatkan dalam setiap kegiatan petani. Menurutnya, semangat para petani harus terus dijaga. Karena dari semangat inilah kita bisa makan makanan yang baik.
Selain itu, Bupati juga ingin mewujudkan Bojonegoro sebagai kabupaten lumbung pangan. Oleh karenanya, kegiatan pertanian harus selalu didukung. Pada kesempatan itu, Bupati juga mengenalkan Perusahaan Umum Daerah Pangan Mandiri. Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro yang baru dibentuk untuk memajukan pertanian dan pangan daerah.
“Saya ingin, Bojonegoro menjadi kabupaten lumbung pangan di Jawa Timur,” tuturnya.
Bupati juga berterima kasih kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang terus mendukung sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Sekolah Lapang Pertanian yang merupakan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL terbukti mampu meningkatkan kesadaran petani untuk terus belajar dan berinovasi. Alhasil, banyak di antara mereka meningkat kesejahteraannya dan naik kelas.
Perwakilan manajemen EMCL, Rifqi Romadhon menjelaskan, peringatan Hari Tani ini merupakan bentuk ekspresi petani Sekolah Lapang yang ditunjukkan kepada publik sebagai pesan bahwa petani bisa berdaya. Ungkapan optimisme yang menyala di antara mereka. Semangat inilah yang dilihat EMCL sebagai peluang untuk berkontribusi melalui program.
Rifqi juga menyampaikan apresiasi kepada kepala desa, kecamatan, serta dinas, hingga Bupati. Dukungan yang terus menerus dari para pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah, telah memperkuat sinergi dan membantu regulasi yang menopang.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat baik di Desa Sukoharjo maupun Leran yang telah mendukung kelancaran dan kesuksesan operasi Lapangan Kedung Keris,” tukasnya.
Dia menegaskan, kesuksesan proyek negara di Blok Cepu tercapai berkat dukungan dari masyarakat dan petani. Jalur pipa juga terjaga berkat dukungan para petani yang setiap hari ke sawah dan melewati jalur pipa. (Lis/Red)








