Perceraian di Bojonegoro Meningkat, Harus Ada Sinergi Semua Elemen

Reporter: Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk menekan angka perceraian yang setiap tahun menunjukkan tren mengkhawatirkan, diperlukan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga komunitas dan keluarga itu sendiri.

Kerja sama lintas sektor dinilai penting agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh akar persoalan di lapangan.

Ahmad Hernowo Wahyutomo selaku Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) juga mengatakan bahwa Situasi ini akan semakin berat apabila pasangan tersebut telah memiliki anak, karena anak menjadi pihak yang paling rentan merasakan dampaknya,Perceraian kerap meninggalkan dampak psikologis yang berat bagi anak.

“Perceraian bukan sekadar berakhirnya hubungan suami dan istri, tetapi juga memicu dampak yang jauh lebih luas. Banyak keluarga yang harus menanggung tekanan psikis, penurunan kondisi fisik, serta berbagai kesulitan sosial ekonomi akibat perpecahan tersebut maka dengan di perlukan sinergitas semua elemen masyarakat untuk menurunkan kasus perceraian di Bojonegoro.”ujar Ahmad Hernowo saat dikonfirmasi SuaraBojonegoro.com melalui sambungan akun Wathsappnya, Selasa (18/11/2025).

Perceraian tidak hanya memengaruhi kondisi emosional keluarga, tetapi juga memberikan dampak besar pada aspek ekonomi. Setelah berpisah, pendapatan rumah tangga umumnya menurun karena sumber daya yang dulu digabung kini terpisah. Banyak yang harus menambah jam kerja untuk mencukupi kebutuhan, meski pendapatan tambahan itu belum tentu mampu menutupi kekurangan. (Rif/Red)