Pengembangan Geopark Akan Menjadi Program KKN-TK Kelompok-23 Mahasiswa Unigoro di Desa Glagahwangi

SuaraBojonegoro.com — Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Balai Desa Glagahwangi saat berlangsungnya acara pembukaan KKN Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro Kelompok 23. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Pelestarian Wayang Krucil dalam Pengembangan Geopark dan Perekonomian Desa,” sebagai bagian dari upaya mewujudkan sinergi antara tradisi budaya dan inovasi pembangunan desa. Selasa (15/7/2025).

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, dan seluruh anggota Kelompok 23 yang siap menjalankan berbagai program kerja selama 30 hari ke depan. Kepala Desa Glagahwangi, Bapak Abdul Gofur S.E, menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mengangkat potensi lokal, khususnya wayang krucil sebagai warisan budaya.

Baca Juga:  Kades Glagahwangi Tetap Akan Lantik Perangkat Desa Hasil Ujian

“Kami percaya bahwa kegiatan KKN ini bukan hanya tentang belajar di masyarakat, tetapi juga memberi kontribusi nyata. Wayang krucil punya nilai sejarah dan filosofi tinggi yang dapat menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya.

Koordinator Kelompok 23, Abdullah Farhan, mengungkapkan bahwa program kerja yang akan dijalankan mencakup pelatihan pembuatan wayang krucil, edukasi, digitalisasi umkm besek, dan pemetaan potensi lokasi geopark berbasis budaya. Selain itu, kelompok ini akan melakukan kampanye edukatif mengenai pentingnya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat Glagahwangi diharapkan dapat memperkuat identitas budaya desa dan membuka peluang pengembangan wisata edukatif yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, KKN Tematik Kelompok 23 siap menjadi agen perubahan yang menyatukan kearifan lokal dengan strategi pembangunan desa yang progresif. (Red/Lis)