Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – 3 Warga Dukuh Karangwaru RT 12/RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terpaksa mengungsi untuk menghindar dari potensi longsor akibat abrasi dan pergerakan tanah di tepi sungai. Kondisi tersebut dipicu naik turunnya debit air Bengawan Solo yang terus menggerus daratan. Dari data yang dihimpun tebing saat ini tebing sungai mengalami longsor lebih dari 25 meter. Kamis (05/02/26).
“Ada 3 warga yang saat ini mengungsi,” kata Kepala Desa Sarirejo, Arif Rahman Hakim.
Selain 3 warga mengungsi, abrasi sungai Bengawan Solo tersebut juga mengancam 7 bagunan rumah disekitar. Meski demikian sebagian warga memilih untuk tetap bertahan lantaran tidak memiliki pilihan lain meski mengancam bahaya.
“Untuk amblas kedalamannya 9 meter,” ujarnya.
Meski abrasi Sungai Bengawan Solo di Desa Sarirejo, terus bertambah parah hingga saat ini belum ada penaganan darurat untuk mengantisipasi longsor susulan. Warga terdampak menghawatirkan apabila longsor tersebut tidak ada penaganan maka dikhawatirkan akan berdampak pada rumah-rumah lain. Dalam kesempatan ini Arif Rahman Hakim berharap agar segera ada penagan dari pihak-pihak terkait.
“Jangan sampai ada korban jiwa, baru ada tindakan,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan logistik Ristony Eka Putra, mengaku jika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, sebagi tugas dan fungsinya lebih cenderung pada sosialisasi, penagnan cepat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Sedangkan untuk longsor di Desa Sarirejo, dirinya mengaku jika sudsh melaporkan hal tersebut kepada pimpinan.
“Yang mengambil kebijakan nanti pimpinan. Kami sudah melakukan pemaganan sementara,” jelasnya.
Dirinya juga mengakui jika BPBD Kabupaten Bojonegoro, dibatasi masalah kewenangan. Yang mana aliran Sungai Bengawan Solo merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan dinas Dinas PU SDA. Oleh karena itu penaganan longsor di Desa Seraturejo tersebut bukan wewenang BPBD Bojonegoro.
“Kami intinya tugas pokok BPBD menanggulangi bencana. Mitigasi dan koordinasi,” ucapnya.
Lebih jauh BPBD Bojonegoro, mengaku jika pihaknya telah berkoordinasi dengan BBWS guna menaggulangi dan menindaklanjuti longsor tersebut. Namun koordinasi tersebut masih menuggu disposisi dari kementerian. Namun demikian, lanjutnya, pihaknya tidak lepas tangan. Dari 7 warga yang terdampak longsor BPBD telah menyalurkan bantuan berupa sembako.
“Saya belum tahu tindak lanjut BBWS, karena kebijakan internal. Tapi sudah lengkap kami sampaikan kalau Sarirejo terjadi bencana,” pungkasnya. (Bim/Red).








