SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong pengembangan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembenihan Ikan Lele yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro di Aula Kantor Disnakan.
Kegiatan tersebut diikuti para pelaku usaha perikanan, Unit Pembenihan Rakyat (UPR), serta kelompok pembudidaya ikan dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara simbolis menyerahkan bantuan bibit ikan lele beserta sarana pendukung kepada kelompok penerima. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah untuk memperkuat usaha perikanan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, dalam laporan pembukaannya memaparkan bahwa sektor perikanan di Bojonegoro memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Saat ini, tercatat sebanyak 224 kelompok perikanan di Bojonegoro. Kelompok tersebut terdiri atas 148 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), 40 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar), 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB), serta 6 Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas).
Dari sisi produksi, Balai Benih Ikan (BBI) mencatat produksi benih mencapai sekitar 1,145 juta benih. Komoditas ikan lele menjadi salah satu andalan dengan kontribusi sekitar dua pertiga dari total produksi perikanan yang mencapai kurang lebih 3.800 ton per tahun.
Selain penguatan produksi benih, Pemkab Bojonegoro juga terus mengembangkan program penebaran ikan atau restocking. Hingga September 2026, program penebaran ikan di embung, waduk, serta berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren hingga kepolisian telah mencapai 292.000 ekor.
Melalui kegiatan bimtek ini, para pembudidaya, khususnya pengelola Unit Pembenihan Rakyat (UPR), dibekali pengetahuan teknis agar mampu menghasilkan benih ikan lele yang berkualitas. Sebab, kualitas benih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengajak seluruh peserta untuk terus bersemangat, ulet, dan tekun dalam mengembangkan usaha pembenihan ikan lele.
Menurutnya, usaha pembenihan lele memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga, pengembangan usaha perikanan juga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sarana dan prasarana, Bimtek Pembenihan Ikan Lele diharapkan mampu melahirkan pembudidaya yang tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi.
Pengembangan sektor perikanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang semakin sejahtera, bahagia, makmur, dan membanggakan. (Lis/Red)








