Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Paguyuban Peternak Ayam Pedaging Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Gedung Angling Dharma, Jalan Mas Tumapel, Kabupaten Bojonegoro. Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi para peternak ayam pedaging untuk memiliki wadah bersama dalam membangun komunikasi, meningkatkan koordinasi, serta mendapatkan pembinaan agar aktivitas peternakan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, Rabu (07/10/2026).
Ketua Paguyuban Peternak Ayam Pedaging Bojonegoro, Samsul Hadi, mengatakan terbentuknya paguyuban tersebut merupakan sesuatu yang telah lama diharapkan para peternak. Ia berharap pemerintah dan aparat terkait dapat memberikan arahan serta pendampingan kepada para peternak dalam menjalankan usahanya.
“Kami mohon kepada Ibu Wakil Bupati, Ibu Kapolres dan dinas terkait untuk membina, memberikan petunjuk dan arahan kepada kami, khususnya peternak ayam pedaging Kabupaten Bojonegoro, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan di tempat masing-masing sesuai harapan dan aturan yang berlaku,” ujar Samsul.
Menurut Samsul, sektor ayam pedaging di Bojonegoro saat ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dalam sambutannya pihaknya mengatakan terdapat sekitar 209 kandang dengan populasi ayam mencapai kurang lebih 5,2 juta ekor.
Lanjut, Samsul Hadi menjelaskan, dari aktivitas tersebut, sektor peternakan ayam pedaging juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Setidaknya terdapat sekitar 490 anak buah kandang (ABK) yang bertugas merawat ayam serta sekitar 2.990 tenaga panen yang terlibat dalam proses pemanenan ayam.
“Kurang lebih kami bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 2.780 orang,” kata Samsul.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya paguyuban tersebut, keberadaan asosiasi atau paguyuban yang lahir dari inisiatif masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian daerah.
Keberadaan peternak ayam, termasuk ayam pedaging, memiliki peran dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, peternak dan mitra usaha.
“Ini memberikan kontribusi, mengurangi angka pengangguran, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Nurul Azizah.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, Kepala DPMPTSP Bojonegoro Budiyanto, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro drh. Catur Rahayu K., M.Si., Kepala Satpol PP Bojonegoro Laela Nor Aeny, serta perwakilan Kapolres Bojonegoro yakni Kasat Intelkam AKP I Putu Suryawan.
Adapun dalam struktur kepengurusan Paguyuban Ayam Pedaging Bojonegoro yang dikukuhkan yakni, Samsul Hadi, S.D. dipercaya sebagai Ketua Paguyuban Peternak Ayam Pedaging Angkling Dharma. Ia didampingi Rico Agus H., S.T., M.P.W.K. sebagai sekretaris dan Mulyadi sebagai bendahara, serta koordinator wilayah barat Hanif Suprayogi, S.H., wilayah tengah Arthoni Kurniawan, A.M.A.P.D., dan wilayah timur Imam Mujiono.
Dengan terbentuknya paguyuban tersebut, para peternak berharap wadah bersama ini tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi antara peternak, pemerintah dan mitra usaha dalam pengembangan peternakan ayam pedaging di Kabupaten Bojonegoro.








